Saham Alibaba Merosot Setelah Janji Kemakmuran US$ 15 Miliar
Sabtu, 4 September 2021 | 10:13 WIB
Beijing, Beritasatu.com - Saham Alibaba merosot pada perdagangan Jumat (3/9/2021), setelah raksasa e-commerce Tiongkok mengumumkan akan menginvestasikan 100 miliar yuan (setara US$ 15,5 miliar) untuk tujuan amal.
Sebelumnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar orang-orang terkaya berbuat lebih banyak untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi.
Xi bulan lalu mendesak perusahaan dan pengusaha-pengusaha terkaya Tiongkok untuk memperkuat upaya filantropi. "Memberi kembali kepada masyarakat, untuk mendistribusikan kembali kekayaan sebagai bagian dari inisiatif kemakmuran bersama," katanya, pekan ini.
Sebagai tanggapan, Alibaba yang telah melanggar pengawasan tajam pemerintah Tiongkok tahun ini mengatakan akan memasukkan uang ke sejumlah sektor. Di antaranya inovasi teknologi, usaha kecil dan menengah, kesejahteraan pekerja lepas, serta kesetaraan kesehatan.
Daniel Zhang, Ketua Alibaba, mengatakan bahwa grup tersebut bersemangat untuk melakukan bagiannya untuk mendukung realisasi kemakmuran bersama.
Saham Alibaba merosot sebanyak 4% setelah pengumuman tersebut, dalam perdagangan Jumat di Hong Kong. Para investor khawatir tentang dampak potensial pada angka laba bersih perusahaan.
"Sumbangan itu tidak menjamin bahwa tidak akan ada lagi peraturan yang menargetkan Alibaba," kata Castor Pang, kepala penelitian Core Pacific Yamaichi International H.K. Ltd, dilansir dari Bloomberg News.
"Ini kurang lebih mempengaruhi sentimen seluruh sektor teknologi hari ini," tambahnya.
Pihak berwenang Tiongkok telah memberlakukan tindakan keras regulasi terhadap sektor teknologi negara itu, setelah pertumbuhan perusahaan selama bertahun-tahun. Alibaba didenda rekor US$ 2,75 miliar pada April dan rencana listing saham IPO anak usaha teknologi informasi dibatalkan pada menit terakhir.
Tindakan keras itu juga meluas untuk memasukkan game online, hiburan, dan teknologi pendidikan dalam beberapa bulan terakhir.
Banyak perusahaan teknologi besar menghadapi pengawasan atas perlakuan mereka terhadap pekerja lepas, seperti ride-hailing dan sopir pengiriman. Jenis pekerjaan ini sering bekerja berjam-jam, tanpa perlindungan seperti asuransi sosial dan kesehatan.
Adapun layanan ride-hailing adalah jasa transportasi yang menggunakan platform daring, seperti aplikasi ponsel pintar yang menghubungkan antara penumpang dengan pengemudi.
Dana 100 miliar yuan yang dialokasikan setara dengan 31% dari saldo kas Alibaba saat ini, menurut kepala Bloomberg Intelligence.
Nilainya mencapai dua kali lipat dari apa yang dijanjikan oleh media sosial dan raksasa game Tencent bulan lalu, yakni skema yang didedikasikan untuk meningkatkan pendapatan rendah, revitalisasi pedesaan, maupun pemerataan pendidikan.
Alibaba juga mengatakan akan membentuk dana pengembangan sebesar 20 miliar yuan di provinsi asalnya, Zhejiang. Wilayah tersebut adalah zona percontohan pertama pemerintah Tiongkok untuk kemakmuran bersama. (afp/eld)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




