ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kuartal III 2021, Laba PAM Mineral Tumbuh 74,62%

Rabu, 10 November 2021 | 17:04 WIB
NF
FB
Penulis: Nabil Syarifudin Al Faruq | Editor: FMB
Ilustrasi tambang nikel.
Ilustrasi tambang nikel. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com — PT PAM Mineral Tbk (NICL) memperoleh kinerja positif hingga kuartal III-2021, di mana laba bersih perseroan melesat 74,62% dan penjualan perseroan tumbuh 26,80%.

Perseroan berhasil memperoleh laba bersih pada kuartal III-2021 sebesar Rp 23,68 miliar, dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan sebesar Rp 13,56 miliar. Kenaikan ini sejalan sengan pertumbuhan penjualan sebesar 26,80% atau menjadi Rp 226,02 miliar dari sebelumnya Rp 178,25 miliar.

Direktur Utama PAM Mineral Ruddy Tjanaka mengatakan, perseroan sudah menetapkan rencana eksplorasi, produksi, dan pemasaran, untuk rencana tahun depan, di tengah masih adanya pandemi Covid-19.

"Untuk eksplorasi, perseroan akan melanjutkan realisasi kerja tahun 2021 dengan melakukan pengeboran pada spasi 25 x 25 meter dan 50 x 50 meter yang telah dilakukan sebelumnya dan analisis demi menambah perhitungan cadangan potensi terukur tambang nikel," ujar dia dalam webinar, Rabu (10/11/2021).

ADVERTISEMENT

Adapun untuk produksi, beberapa hal akan dilakukan, seperti melanjutkan kegiatan land clearing (proses pembersihan awal sebelum penggalian material) dan pengupasan top soil (tanah pucuk) pada lokasi penambangan. Selain itu, melanjutkan kegiatan pengambilan overburden (tanah penutup) untuk tetap mempertahankan dan menambah area exposed ore (lapisan terbuka).

"Kami juga melajutkan kegiatan selective mining dengan mempertimbangan aspek teknis penambangan meliputi kebutuhan dan kemampuan alat, stripping dan fuel ratio, kemiringan lereng, akses jalan tambang dan lain-lain," ujar dia.

Ruddy menjelaskan, langkah lain untuk menggenjot produksi tambang ialah inventarisasi tumpukan ore hasil dari front dengan membuat dome-dome kecil dan melakukan pemeliharaan dengan cara penutupan dengan terpal, blending dan mixing. Kemudian melakukan kegiatan management stockpile untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

Sementara itu, untuk aspek pemasaran, perseroan akan melanjutkan model pemasaran bijih nikel seperti mineral bijih logam lainnya yaitu sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pasar dan user (pengguna) dalam hal ini smelter (pabrik pengolahan bijih nikel).

Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan PAM Mineral Herman menambahkan bahwa di tengah rencana ini, ada sejumlah tantangan di antaranya masih adanya Covid-19, pengaruh curah hujan tinggi dan faktor kontraktor pertambangan. "Selain itu faktor infrastruktur, perbedaan penafsiran Harga Patokan Mineral [HPM] dan pemasaran nikel kadar rendah," jelasnya.

Mengacu data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga HPM per Oktober 2021 yakni US$ 19.499/ton, sementara di September US$ 19.239 dan di awal tahun sebesar US$ 16.541/ton.

Terkait dengan kinerja, keseluruhan penjualan perusahaan di September 2021, didapatkan dari pos penjualan kepada pihak ketiga yakni PT Kyara Sukses Mandiri. Total aset perusahaan mencapai Rp 382,42 miliar, dari akhir Desember 2020 sebesar Rp 189,71 miliar. Tahun lalu, PAM Mineral mencetak kenaikan pendapatan menjadi sebesar Rp 188 miliar dan total laba komprehensif Rp 31,99 miliar dari rugi bersih Rp 14 miliar.

Perseroan optimistis dengan prospek bisnis pertambangan mineral nikel. Pasalnya, saat ini jumlah pasokan nikel masih terbatas di tengah potensi tingginya permintaan dari industri kendaraan listrik (electronic vehicle/EV).

Seiring dengan itu, target produksi nikel perseroan untuk tahun 2022 diproyeksikan mencapai 1,5 juta, terdiri dari 800 ribu untuk PT IBM dan 600.000 untuk Pam Mineral, dengan quantity sell target 900.000 untuk high grade dan 600.000 untuk low grade.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

NICL Catat Lonjakan Kinerja, Laba Bersih Kuartal III Naik 131 Persen

NICL Catat Lonjakan Kinerja, Laba Bersih Kuartal III Naik 131 Persen

EKONOMI
Laba Tembus 1,481 Persen, Emiten Nikel NICL Tebar Dividen Rp 159,53 M

Laba Tembus 1,481 Persen, Emiten Nikel NICL Tebar Dividen Rp 159,53 M

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon