ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PBB Akui Sektor UMKM Menyumbang 90% Bisnis di Dunia

Senin, 27 Juni 2022 | 20:36 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ambassador WUSME (World Union of Small and Medium Enterprises) yang juga Ketua Umum PBA (Perkumpulan Bumi Alumni), Dr Ary Zulfikar.
Ambassador WUSME (World Union of Small and Medium Enterprises) yang juga Ketua Umum PBA (Perkumpulan Bumi Alumni), Dr Ary Zulfikar. (Istimewa)

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 27 Juni sebagai "Hari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah" dengan nomor resolusi A/RES/71/279 untuk meningkatkan kesadaran akan kontribusi luar biasa dari usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa.

UMKM bahkan diklaim sebagai tulang punggung untuk pembukaan lapangan kerja, khususnya di antara pekerja miskin, perempuan, pemuda, dan kelompok rentan.

Ary Zulfikar menyampaikan, dengan adanya perhatian PBB pada UMKM dan peringatan ke-5 Hari UMKM Internasional ini semoga bisa menjadikan pelaku UMKM di manapun berada sebagai social entrepreneurship yang mempunyai daya saing dan dapat bertumbuh secara inklusif di era disrupsi dan pascapandemi.

Baca Juga: Bank BJB Perluas Digitalisasi Pasar dan Dukung UMKM

ADVERTISEMENT

"UMKM harus menjadi lebih tahan terhadap guncangan yang terjadi, sedangkan stimulus harus diarahkan yang paling kena pengaruh akibat gangguan rantai pasokan global, kenaikan inflasi dan konsekuensi berkelanjutan dari adanya pandemi covid-19," tuturnya.

Dalam menyambut hari UMKM Internasional ada 6 pleno diikuti beberapa negara untuk membahas proyeksi UMKM secara global. Pleno I membahas isu Resilience and Building oleh Camilio Pinzon (AEI Board—Ekuador), Roberto Rosotto (GM ProCordoba—Argentina), Henry Ritha (Chief Executive Center of Regional Economics & California Center), Ralf Bredel (Director and UNIDO Representative to the UN and international organizations), Severine Deboos-David (Team leader, Enabling Environment for Sustainable Enterprises). Pada Pleno II, roundtable with entrepreneur untuk memahami lebih jauh tentang situasi UMKM global.

Pleno III membahas tentang isu perempuan dalam pembangunan, yang dilanjutkan Pleno IV membahas peran pendidikan dalam mendukung UMKM untuk selaras dengan tujuan SDGs. Pleno V dan VI secara bertahap membahas inovasi UMKM dan dukungan diaspora dalam mencapai SDGs.

Baca Juga: Gernas BBI Berhasil Tambah 11,1 Juta UMKM Go Online

PBB sendiri menganjurkan kepada anggotanya agar pembuat kebijakan harus bergerak melampaui pemulihan dan mempertimbangkan cara untuk menurunkan dan menghilangkan hambatan yang dihadapi oleh UMKM, meningkatkan akses ke keuangan, pasar, dan teknologi di masa disrupsi ini.

"Sangat penting bagi negara dan mitra pembangunannya untuk terus mendukung dan memberdayakan UMKM, membuka potensi penuh UMKM melalui inovasi yang menginspirasi, kreatif, dan pembukaan lapangan kerja yang layak untuk semu," pungkasi Ary menyitir pesan PBB.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

Prabowo Panggil Cak Imin ke Istana Bahas Soal Kemiskinan hingga UMKM

EKONOMI
Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

Kisah Lilis si Ibu Rumah Tangga: Ubah Limbah Jadi Harapan Ekonomi

EKONOMI
AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

AstraPay Perkuat Inklusi Keuangan dan Digitalisasi UMKM di Momentum HUT ke-6

EKONOMI
Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

Revisi Aturan E-Commerce Akan Perbesar Ruang Promosi Produk Lokal

EKONOMI
Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan E-Commerce Merespons Keluhan UMKM

EKONOMI
OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

OJK Panggil KoinP2P Soal Kewajiban kepada para Lender

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon