ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertemuan Ke-4 FMCBG, Negara G-20 Bahas Enam Isu Strategis

Jumat, 14 Oktober 2022 | 10:16 WIB
TP
FH
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FER
Perry Warjiyo.
Perry Warjiyo. (YouTube Bank Indonesia)

Jakarta, Beritasatu.com - Pertemuan keempat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (4th FMCBG) G-20 hari kedua membahas sejumlah agenda penting di sektor keuangan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, agenda pembahasan meliputi risiko keuangan terkait perubahan iklim, aset kripto, keamanan siber, cross border payment, dan exit strategy untuk mendukung pemulihan dan mengatasi scarring effect akibat pandemi Covid-19 di sektor keuangan, serta mendorong inklusi keuangan dan kesenjangan data.

"Pada hari pertama pertemuan kita, kita melakukan diskusi yang bermanfaat tentang peningkatan ekonomi global dan arsitektur keuangan internasional. Hari ini kita beralih ke sesi berikutnya yakni masalah sektor keuangan," ucap Perry dalam pembukaan 4th FMCBG, Kamis (13/10/2022).

Perry menyampaikan, tentang risiko keuangan akibat perubahan iklim The Financial Stability Board (FSB) telah menyerahkan laporan akhir terkait pendekatan, pengawasan dan pengaturan terkait iklim setelah konsultasi publik pada April 2022 lalu.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, diperlukan pembahasan terkait topik ini agar pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November mendatang FSB dan Network for Greening The Financial System (NGFS) dapat menerbitkan laporan bersama terkait analisis skenario perubahan iklim yang dapat dijadikan referensi bagi negara anggota G-20 dalam mengantisipasi perubahan iklim.

"Setelah konsultasi publik pada bulan April dan laporan kemajuan tentang pengungkapan terkait iklim, kami ingin meminta bimbingan dan pandangan tentang dua bidang ini untuk meningkatkan pekerjaan ini lebih lanjut," ucapnya.

Sementara terkait topik aset kripto, G-20 telah menyetujui bahwa aset kripto termasuk stable coin harus tunduk pada regulasi dan pengawasan yang ketat. Selain itu, G-20 juga mempertimbangkan fitur aset kripto yang baru dan pemanfaatannya.

"Negara-negara G-20 setuju, aset kripto dan uang digital butuh regulasi dan supervisi. Ini juga melihat masa depan dan manfaat keduanya terhadap kondisi keuangan," ucapnya.

Perry menyampaikan, Dewan Stabilitas Keuangan atau FSB juga telah menyerahkan beberapa laporan terkait aset kripto ini. Laporan pertama berisi pasar dan aktivitas aset kripto sedangkan laporan kedua tentang pengaturan stable coin global untuk mengidentifikasi kesenjangan untuk dapat diatasi dalam suatu kerangka kerja yang ada.

"Pengembangan pasar aset kripto dan strategi untuk mempromosikan pentingnya penerapan pengaturan dan kerangka yang sama sebagai bagian menjaga stabilitas keuangan global," ucapnya.

Kemudian, untuk topik cross border payment seluruh menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G20 telah sepakat untuk membahas implementasi peta jalan cross border payment pada pertemuan Februari lalu.

Baca Juga: FMCBG G-20 Tegaskan Komitmen Pemulihan Pandemi dan Ekonomi Hijau

"Dalam hal ini, FSB juga akan melaporkan kepada G20 dan publik pada November 2022 tentang pendekatan yang diusulkan untuk memantau kemajuan apa yang menjadi target menggunakan indikator kinerja utama," kata Perry.

Lebih lanjut terkait ketahanan siber, FSB telah mengembangkan laporan untuk mencapai konvergensi yang lebih besar dalam pelaporan insiden siber. Laporan FSB ini akan menguraikan pentingnya harmonisasi yang lebih besar dalam keamanan siber agar lebih tepat waktu dan akurat.

Kemudian menteri dan gubernur bank sentral G20 juga akan membahas lebih lanjut terkait laporan interim exit strategy dan scarring effect dari pandemi Covid-19 di sektor keuangan oleh FSB yang dilaporkan Juli 2022.

Baca Juga: Sri Mulyani: Aksi Walkout di FMCBG G-20 Tidak Mengganggu Diskusi

"Terakhir, Dana Moneter Internasional (IMF) bekerja sama erat dengan FSB dan anggota Inter Agency Group on economic and financial statistics mempersiapkan rencana dari DGI baru sebagaimana yang diamanatkan oleh G20 pada Juli 2022," tutupnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon