ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Putin Tuding Ukraina Ingkari Kesepakatan Istanbul

Rabu, 13 April 2022 | 11:16 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Vladimir Putin 
Vladimir Putin  (AFP/Dokumentasi)

Moskwa, Beritasatu.com- Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Ukraina mengingkari apa yang disepakati di Istanbul, Turki. Seperti dilaporkan RT, Selasa (12/4/2022), Putin mengakui pembicaraan damai Rusia- Ukraina sekarang kembali ke jalan buntu.

"Kyiv telah kembali pada perjanjian tentatif yang dibuat antara tim perunding Ukraina dan Rusia di Istanbul pada akhir Maret," klaim Vladimir Putin.

"Ukraina telah menolak untuk mengakui Krimea sebagai republik Rusia dan Donbass sebagai republik merdeka," kata Putin di Kosmodrom Vostochny di Timur Jauh Rusia pada Selasa.

Baca Juga: Perundingan Istanbul, Rusia Tolak Bahas Status Krimea

ADVERTISEMENT

Putin menekankan bahwa kedua poin itu adalah topik utama yang tanpanya tidak ada kemajuan yang dapat dicapai dalam pembicaraan.

Putaran terakhir negosiasi antara Moskwa dan Kyiv diadakan dua minggu lalu di Istanbul, Turki, di mana, menurut pihak Rusia, delegasi Ukraina menawarkan draf pertama proposal tertulis tentang bagaimana menyelesaikan konflik.

Saat kepala tim perunding Rusia, Vladimir Medinsky, mengungkapkan optimisme hati-hati setelah pembicaraan di Istanbul, dengan mengatakan Ukraina telah memberi isyarat bahwa mereka siap untuk menyatakan dirinya sebagai negara netral, masih ada beberapa batu sandungan utama.

Baca Juga: Perundingan di Istanbul, Rusia Bakal Kurangi Aktivitas Militernya di Ukraina

Moskwa menuntut agar Kiev secara resmi mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia dan republik-republik di Donbass sebagai negara merdeka. Krimea memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung kembali dengan Rusia tak lama setelah kudeta Maidan 2014 di Kyiv.

Selama pembicaraan di Istanbul, delegasi Ukraina berjanji bahwa Kyiv tidak akan berusaha untuk merebut kembali republik Donbass dengan paksa. Ukraina menyarankan untuk mengadakan negosiasi terpisah mengenai status Krimea selama 15 tahun.

Baca Juga: Tampil di Publik, Putin Masih Pede Operasi Rusia di Ukraina Mencapai Hasil

Namun, Kamis lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Ukraina telah mengajukan proposal tertulis baru yang menyimpang dari apa yang ditawarkan selama pembicaraan tatap muka. Proposal baru, menurut Lavrov, gagal menyebutkan bahwa jaminan keamanan yang ingin diperoleh Kyiv dari kekuatan dunia terkemuka, tidak mencakup Krimea.

Sementara itu, pada Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Jerman Bild bahwa Kyiv masih melihat pembicaraan dengan Rusia sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis saat ini.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Momen Putin Jemput Gurunya di Hotel Moskow Bikin Meleleh!

Momen Putin Jemput Gurunya di Hotel Moskow Bikin Meleleh!

INTERNASIONAL
Masuk Daftar Buronan, Rusia Buru Mantan Menhan Inggris Ben Wallace

Masuk Daftar Buronan, Rusia Buru Mantan Menhan Inggris Ben Wallace

INTERNASIONAL
Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

Putin Sebut Perang Rusia dan Ukraina Bakal Berakhir dalam Waktu Dekat

INTERNASIONAL
Putin Setuju Usulan Trump Soal Gencatan Rusia-Ukraina

Putin Setuju Usulan Trump Soal Gencatan Rusia-Ukraina

INTERNASIONAL
Jawab Rumor Kesehatan Pemimpin Iran, Putin Klaim Terima Pesan Mojtaba

Jawab Rumor Kesehatan Pemimpin Iran, Putin Klaim Terima Pesan Mojtaba

INTERNASIONAL
Prabowo Jajaki Kirim Anak Bangsa Jadi Kosmonot ke Rusia

Prabowo Jajaki Kirim Anak Bangsa Jadi Kosmonot ke Rusia

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon