Bima Arya Sebut PPKM Belum Efektif, Pemerintah Pusat Diminta PSBB
Selasa, 29 Juni 2021 | 13:40 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Kasus pandemi Covid-19 di Kota Bogor mengalami kenaikan. Wali Kota Bogor Bima Arya menganggap PPKM saat ini belum efektif dan perlu penanganan darurat atau penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dari pemerintah pusat.
Bima menyebut, Kondisi serupa juga pernah terjadi pada sekitar bulan Februari 2021.
Ketika itu selama satu bulan lebih kasus terus mengalami kenaikan bahkan tembus diangka 150 orang perhari yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Setelah itu ada pemberlakuan PSBB dan dua pekan kemudian kasus pun menurun hingga mencapai 10 orang perhari.
Penurunan kasus Covid-19 di Kota Bogor pun hanya terjadi beberapa bulan yang kemudian disusul terjadi lonjakan siginifikan dengan rara-rata 200 hingga 300 per hari.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, angka orang yang terpapar Covid-19 di Kota Bogor saat ini mengalami peningkatan dua kali lipat.
Bima menyampaikan, harus ada pembatasan yang lebih ketat.
"Waktu itu surut karena ada PSBB yang lebih ketat. Sekarang ini PPKM belum efektif ketika tidak ada pembatasan ketat dari kewenangan atasnya (pemerintah pusat)," katanya.
Untuk itu kata Bima Pemkot Bogor mendorong agar pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat untuk pembatasan aktivitas.
"Karena kalau kita melakukan pengetatan di tingkat mikro tapi aktivitas warga tetap normal, kan sulit," jelasnya.
Bima menyebut pembatasan di tingkat PSBB bukan berada pada kewenangan daerah melainkan kewenangan pusat.
"Jadi saya kira kuncinya itu sambil kita terus melakukan penguatan di aspek-aspek dengan menambah isolasi, tempat tidur, mempercepat vaksin, mengwasi prokes itu langkah-langkah kami," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




