Gaun Middleton
Efek "Gaun Middleton" Mereda
Rabu, 19 Oktober 2011 | 09:15 WIB
Lebih banyak peminat busana pengantin perempuan sepanjang betis.
Menjelang pernikahannya, dunia menantikan reka gaun pengantin Kate Middleton. Saking ditunggu, media-media di seluruh dunia mencoba memprediksi bentuknya, dan menjadi topik tersendiri di kalangan media fashion.
Beberapa bulan setelah pernikahan Pangeran William-Kate itu, desain busana Sarah Burton pun merebak dan diikuti mempelai-mempelai perempuan lain di dunia.
Busana pengantin dengan bahan lace yang menutupi bagian atas tubuh Middleton hingga menutupi lengan, serta bentuk rok ballgown dari bahan sutera itu sontak menjadi salah satu busana pengantin ikonik. Meski banyak yang mengatakan, desainnya mengikuti desain busana pengantin yang dikenakan Grace Kelly saat menikahi Pangeran Rainier dari Monako.
Namun, kesan yang ditinggalkan dari busana pengantin ini nyatanya tidak lama, meski diperkirakan banyak komentator fashion akan jadi tren.
Di ajang Bridal Fashion Week, acara tahunan khusus busana pengantin di New York membuktikan, yang menjadi tren dan banyak dicari pengantin-pengantin perempuan sekarang ini adalah jenis busana yang kebalikan dari busana pengantin Middleton.
Salah seorang desainer yang terlibat dalam peragaan busana pengantin, Sassi Holford mengatakan, "Lima tahun lalu, gaun pengantin strapless jadi tren. Dua tahun terakhir, dan terutama tahun ini, kebanyakan pengantin mengatakan, 'Saya tidak mau gaun strapless. Apa ada desain lain?'"
Menurut Holford, kebanyakan pengantin perempuan butuh gaun yang bisa nyaman ia kenakan seharian. Pengantin butuh busana yang bisa elegan dan sopan saat upacara pernikahan, tetapi yang santai dan menarik saat pesta resepsi.
Desainer busana pengantin lain, Gregory Nato, mengatakan, siluet gaun pengantin yang dikenakan Middleton sebenarnya sudah ada sejak dulu. Banyak desainer yang menggunakan siluet itu. "Tetapi, yang kami perhatikan, tidak ada yang beli siluet seperti itu lagi."
Ditambah lagi tipe kerah yang agak tinggi dan penggunaan lace yang ada di busana Middleton itu tergolong pengerjaan yang sulit, dan bisa jadi mahal. Plus, sangat bergaya "Victoria". Bisa jadi karena itu banyak desainer yang tak mendesain busana pengantinnya seperti itu.
Trennya justru kebalikan dari itu, kata Nato. "Pengantin perempuan modern sekarang ingin menunjukkan orisinalitas dirinya. Membawa kepribadian dirinya dalam pakaian yang ia kenakan di hari pentingnya. Saat ini, yang banyak diminta adalah gaun sepanjang betis dan bisa memamerkan sepatu."
Menjelang pernikahannya, dunia menantikan reka gaun pengantin Kate Middleton. Saking ditunggu, media-media di seluruh dunia mencoba memprediksi bentuknya, dan menjadi topik tersendiri di kalangan media fashion.
Beberapa bulan setelah pernikahan Pangeran William-Kate itu, desain busana Sarah Burton pun merebak dan diikuti mempelai-mempelai perempuan lain di dunia.
Busana pengantin dengan bahan lace yang menutupi bagian atas tubuh Middleton hingga menutupi lengan, serta bentuk rok ballgown dari bahan sutera itu sontak menjadi salah satu busana pengantin ikonik. Meski banyak yang mengatakan, desainnya mengikuti desain busana pengantin yang dikenakan Grace Kelly saat menikahi Pangeran Rainier dari Monako.
Namun, kesan yang ditinggalkan dari busana pengantin ini nyatanya tidak lama, meski diperkirakan banyak komentator fashion akan jadi tren.
Di ajang Bridal Fashion Week, acara tahunan khusus busana pengantin di New York membuktikan, yang menjadi tren dan banyak dicari pengantin-pengantin perempuan sekarang ini adalah jenis busana yang kebalikan dari busana pengantin Middleton.
Salah seorang desainer yang terlibat dalam peragaan busana pengantin, Sassi Holford mengatakan, "Lima tahun lalu, gaun pengantin strapless jadi tren. Dua tahun terakhir, dan terutama tahun ini, kebanyakan pengantin mengatakan, 'Saya tidak mau gaun strapless. Apa ada desain lain?'"
Menurut Holford, kebanyakan pengantin perempuan butuh gaun yang bisa nyaman ia kenakan seharian. Pengantin butuh busana yang bisa elegan dan sopan saat upacara pernikahan, tetapi yang santai dan menarik saat pesta resepsi.
Desainer busana pengantin lain, Gregory Nato, mengatakan, siluet gaun pengantin yang dikenakan Middleton sebenarnya sudah ada sejak dulu. Banyak desainer yang menggunakan siluet itu. "Tetapi, yang kami perhatikan, tidak ada yang beli siluet seperti itu lagi."
Ditambah lagi tipe kerah yang agak tinggi dan penggunaan lace yang ada di busana Middleton itu tergolong pengerjaan yang sulit, dan bisa jadi mahal. Plus, sangat bergaya "Victoria". Bisa jadi karena itu banyak desainer yang tak mendesain busana pengantinnya seperti itu.
Trennya justru kebalikan dari itu, kata Nato. "Pengantin perempuan modern sekarang ingin menunjukkan orisinalitas dirinya. Membawa kepribadian dirinya dalam pakaian yang ia kenakan di hari pentingnya. Saat ini, yang banyak diminta adalah gaun sepanjang betis dan bisa memamerkan sepatu."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




