Boediono Ingatkan Pentingnya Keamanan Jajanan Anak Sekolah

Sabtu, 8 Februari 2014 | 14:30 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Wakil Presiden Budiono meresmikan acara
Wakil Presiden Budiono meresmikan acara "Gebyar Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)" di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta, Sabtu (8/2). (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengingatkan pentingnya untuk memperhatikan asupan gizi yang cukup serta keamanan pangan jajanan anak sekolah.

Menurutnya, upaya membangun generasi muda harus dilakukan sejak dini, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi sebagai penentu utama perkembangan fisik dan kecerdasan anak.

"Data yang saya terima dari Badan POM, 99 persen anak sekolah jajan di sekolah untuk memenuhi kebutuhan energinya. Ini perlu diperhatikan karena dari hasil pengawasan BPOM, ternyata masih ditemukan jajanan anak sekolah yang mengandung bahan-bahan berbahaya serta kualitasnya yang buruk," kata Boediono saat membuka acara "Gebyar Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)" di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta, Sabtu (8/2).

Acara "Gebyar Aksi Nasional PJAS" ini menurut Boediono merupakan bagian dari Aksi Nasional PJAS yang dicanangkan pada 31 Januari 2014 untuk menuju pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi.

"Masalah keamanan jajanan pangan ini harus diperhatikan karena penyalahgunaan bahan berbahaya serta cemaran mikroba, atau bahan tambahan pangan yang melebihi batas, dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi generasi kita," tegas dia.

Roy Sparringa selaku Kepala BPOM menjelaskan, acara "Gebyar Aksi Nasional PJAS" ini merupakan upaya BPOM untuk bersinergi dengan lintas sektor seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta peran pihak swasta dalam upaya peningkatan keamanan PJAS.

Kegiatan yang mengusung tema "Sehat Duniaku Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas Tahun 2014" ini diisi dengan pemberian edukasi kepada komunitas sekolah dan penjaja PJAS.

Acara itu juga sekaligus dijadikan sebagai sarana promosi keamanan, mutu dan gizi PJAS, penyediaan sarana pengawasan mandiri, dan pengembangan pedoman yang akan digunakan oleh lintas sektor terkait, termasuk pemerintah daerah.

"Pelajaran yang dapat diambil dari Aksi Nasional yang dilakukan selama ini adalah intensifikasi advokasi dan kerjasama lintas sektor strategis di pusat dan daerah, peningkatan komitmen komunitas sekolah untuk kemandirian pengawasan panganan jajanan, serta perbaikan infrastruktur atau sarana dan prasarana sekolah antara lain air bersih, sanitasi dan juga kantin sekolah," kata Roy.

Pelajaran penting lainnya adalah soal peningkatan pengawasan pasokan PJAS, serta optimalisasi intervensi pengawasan dan pembinaan berbasis risiko oleh Pemerintah Daerah dan Badan POM dengan mengikutsertakan peran masyarakat sebagai kader atau fasilitator.

"Pemberdayaan program aksi nasional ini juga perlu dilakukan melalui media massa dan media sosial," tambah dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon