Pasukan Irak Berusaha Masuki Fallujah
Rabu, 1 Juni 2016 | 23:34 WIB
Tepi Fallujah – Pasukan Irak sedang berjuang memasuki pusat kota Fallujah, pada Rabu (1/6), di mana ratusan pejuang dari kelompok Negara Islam (NI) dan 50 ribu warga sipil, yang sangat putus asa bersembunyi demi menyelamatkan diri.
Pertempuran juga berkobar lebih jauh lagi, berjarak sekitar ratusan kilometer hingga ke Lembah Efrat di Suriah, pada saat para pejuang Kurdi dan Arab yang didukung Amerika Serikat (AS) melakukan perlawanan kepada para anggota jihadis di kantung-kantung strategis Manbic, di perbatasan Turki.
Sedangkan pasukan elite Irak yang ditempatkan di tepi Fallujah – salah satu benteng bersejarah NI – mendapat perlawanan sengit dari para anggoa jihad yang sepertinya dikirim untuk melakukan aksi bunuh diri terakhir.
"Pasukan kami masih merangsek masuk ke pusat kota tapi mendapat perlawanan tangguh dari Daesh (NI)," kata Letnan Jenderal Abdelwahab al-Saadi, komandan keseluruhan operasi.
Setelah sepekan membentuk operasi yang ditujukan memperkuat pengepungan di Fallujah, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari sebelah barat Baghdad, pasukan elite meluncurkan tahap serangan baru yang lebih agresif, pada Senin (30/5) pagi waktu setempat.
Namun sejauh ini, mereka belum dapat mencapai pusat kota dan pertempuran dengan para pejuang NI berlangsung di jalan-jalan.
"Setiap kali pasukan kami mencoba merangsek masuk, mereka dihadapkan pada sistem pertahanan yang sangat sulit yang diterapkan oleh Daesh," ujar seorang kolonel polisi di tepi Fallujah.
Di sisi lain, pasukan Irak terdekat sudah muncul memasuki pusat kota. Mereka datang dari sebelah selatan dan memasuki pinggiran Fallujah, namun tertahan oleh serangan balasan besar-besara, pada Selasa (31/5).
Meski para komandan Irak mengklaim telah menewaskan belasan pejuang NI sejak awal operasi, pada 22-23 Mei, tapi mereka masih enggan membocorkan jumlah korban tewas dari pihaknya sendiri.
Sementara itu, ada laporan banyak jumlah peti mati yang dikirimkan ke beberapa provinsi Irak selatan dan pemakaman di kota suci umat Muslim Syiah di Najaf. Ini menunjukkan bahwa kubu anti-NI juga harus membayar mahal sebagai dampak dari konflik tersebut.
"Sejak awal operasi, kami sudah menerima sekitar 70 syuhada, kurang lebih," kata salah satu anggota pasukan keamanan yang ditempatkan di luar Lembah Damai Najaf – lokasi pemakaman terbesar di dunia, di mana banyak mayoritas Syiah Irak dimakamkan.
Para pejabat di Basra mengatakan di wilayah bagian provinsi selatan saja telah kehilangan 26 pejuang pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi. Seorang pejabat di provinsi Najaf pun mengkonfirmasi 12 orang tewas dari provinsinya.
Dilaporkan juga ada banyak petugas medis yang terluka akibat pertempuran di Fallujah. Sejak Senin, sudah dua rumah sakit di ibu kota yang menerima 97 korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




