Presiden Minta Ulama Turut Jaga Persatuan dan Kesatuan
Rabu, 8 Agustus 2018 | 17:15 WIB
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri pembukaan perkuliahan pendidikan kader ulama angkatan XII dan Ijtima 3.000 Ulama di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (8/8).
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menitip pesan kepada para kader ulama agar bisa turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa terutama pada momen pesta demokrasi seperti sekarang.
"Saya titip kepada kader ulama, hal yang harus dikembangkan adalah menciptakan prasangka yang positif, harus Husnul Tafahum (berpehaman baik), berpikir penuh kecintaan," tuturnya, Rabu (8/8).
Presiden pun menjelaskan, Indonesia menjadi rujukan negara Islam lain. Indonesia dinilai menganut toleransi yang kuat. Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat dan kader ulama MUI agar menjaga aset tersebut dan jangan sampai hilang lantaran proses pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan Presiden.
"Sebab itu kita harus menyadari hal itu, jangan sampai aset terbesar kita persatuan dan kerukunan hilang. Mari kita jaga Ukhuwah Wathaniyah kita karena ini aset terbesar kita. Jangan sampai pilihan presiden, bupati, gubernur setiap lima tahun ada terus kita jadi retak," paparnya.
Dia juga meminta kepada para kader MUI tidak mudah curiga dan berburuk sangka. "Saya titip yang dikembangkan yaitu bagaimana berprasangka baik. Penuh dengan kecintaan jangan sampai membenci. Sedih kalau banyak ujaran kebencian,"ungkapnya.
Sementara, Bupati Bogor Nurhayanti menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada MUI Kabupaten Bogor yang senantiasa berupaya menjalankan perannya dengan baik sebagai pusat pergerakan para ulama, zu’ama dan cendekiawan islam, antara lain dengan secara rutin menyelenggarakan program pendidikan kader ulama yang hingga sekarang telah mencapai angkatan ke XII dan menjadi sumber kaderisasi ulama di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor
"Kepada para peserta yang telah terpilih untuk mengikuti kader ulama angkatan XII ini, disertai harapan semoga seluruh proses pembelajaran selama masa pendidikan nanti akan membantu untuk membangun kualitas sebagai pengemban syiar dan dakwah islamiyah yang memenuhi kualifikasi sebagai pemimpin muda Islam berparadigma wasathiyah," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




