Program AKDCI Tingkatkan Kualitas Dokter

Minggu, 13 Desember 2020 | 19:19 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Ilustrasi dokter yang mengenakan alat pelindung diri.
Ilustrasi dokter yang mengenakan alat pelindung diri. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) bersama dengan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) 2020 yakni program penghargaan kepada dokter di Indonesia yang telah melakukan penelitian di bidang kesehatan.

Program AKCDI yang digagas oleh Lembaga Riset IDI dan didukung oleh Kalbe Farma bertujuan untuk membudayakan para dokter untuk terus meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai bagian dari peningkatan kualitas dokter yang berkesinambungan khususnya di era pandemi Covid-19.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI periode 2018-2021, Dr Daeng M Faqih SH MH mengatakan, AKCDI tahun ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan oleh Lembaga Riset IDI bekerjasama Kalbe yang bertujuan untuk membangun iklim penelitian di antara para dokter di Indonesia.

"Penghargaan AKDCI ini kami berikan kepada hasil penelitian terbaik sesuai dengan bidang yang telah ditentukan. Kami berharap penghargaan ini dapat memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan dan teknologi kesehatan," ujar Daeng M Faqih di sela konferensi pers virtual, Sabtu (12/12/2020).

Direktur Pharma PT Kalbe Farma Tbk, Mulia Lie mengatakan, Kalbe terus berkomitmen untuk mendukung dan berkontribusi terhadap dunia penelitian di Indonesia, khususnya penelitian di bidang kesehatan.

"Melalui kerja sama dengan IDI dalam penyelenggaraan AKCDI, Kalbe ingin memberi apresiasi kepada para dokter yang telah mendedikasikan dirinya bagi kemajuan penelitian di Indonesia," kata Mulia.

Mulia menambahkan, penelitian yang dinilai adalah hasil penelitian kedokteran yang telah diselesaikan dalam 2 tahun terakhir yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan dalam beberapa kategori yakni kategori penelitian dasar, penelitian klinis, dan epidemiologi kedokteran.

"Adpun kriteria penilaian meliputi kreativitas dan orisinalitas, review literatur, metodologi riset dan hasil penelitian itu sendiri," tambahnya.




Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon