Crown Group Bidik Penjualan Rp 1 Triliun Dari Indonesia
Senin, 25 Februari 2013 | 16:47 WIB
Jakarta- Crown Group, pengembang properti besar yang berbasis di Sydney, Australia, tengah membidik orang kaya di Indonesia dengan menargetkan penjualan 150 unit dengan nilai total Rp1 triliun akan berasal dari Indonesia.
"Tahun ini, memang kita targetkan penjualan senilai Rp1 triliun dari Indonesia, karena memang pasar di Indonesia banyak orang kaya dan anaknya tinggal di Australia untuk studi," kata, CEO Crown Group Iwan Sunito, di hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (25/2).
Menurut dia, orang kaya yang akan disasar dari Crown Group ini adalah Jakarta, Surabaya dan juga Medan. Karena di ketiga kota besar ini pertumbuhan ekonominya lebih tinggi dibandingkan dengan kota besar lainnya di Indonesia.
"Kami akan fokus ketiga kota itu, mulai dari promosi sampai pada pameran properti kami," kata dia.
Saat ini, Crown Group ini bakal membangun tiga tower apartemen dengan nilai investasi Rp10 triliun dan total unit yang akan dijual capai 1300 unit di atas lahan 8 hektar. Dimana setiap unit akan di jual rata rata antara AUD500 sampai AUD800 setiap unitnya.
Lebih jauh Iwan Sunito mengatakan, permintaan apartemen perumahan di Sydney ini jauh melebihi pasokan sehingga menarik bagi pembeli di luar negeri.
Apalagi, saat ini ada kekurangan (backlog) yang cukup tinggi akan ketersediaan tempat tinggal di Sydney, dengan permintaan baik domestik maupun internasional yang terus meningkat.
Banyak penduduk Australia yang pindah ke Sydney untuk mencari pekerjaan dan sekitar setengah dari siswa internasional yang tiba di Australia lebih memilih untuk tinggal di Sydney.
Saat ini, lanjut Iwan, backlog perumahan di Australia diperkirakan mencapai 50 ribu unit tahun ini. Tingginya backlog tersebut tentu, pengembang tetap akan memprioritaskan warga domestik sebelum warga asing. Karena itu unit unit yang di jual ke investor asing adalah unit terbatas. Baik itu untuk Indonesia, Hongkong, dan negara lainnya.
"Tetapi kalau masalah harga semuanya sama," kata dia.
Menurut dia, kepemilikan properti asing di Sydney Austalia ini adalah hak kepemilikan dengan masa seumur hidup. Namun bisa juga disewakan kembali atau di jual kembali.
"Kalau pembelinya dari Indonesia bisa juga lewat Ray White," ujarnya.
Crown Group akan memperlihatkan tiga proyek yang sedang dibangun di Sydney yaitu V by Crown, apartemen setinggi 27 lantai yang canggih, terletak di pusat bisnis Parramatta, Viking by Crown apartemen dengan sembilan lantai dan berlokasi sekitar 5 kilometer dari pusat kota Sydney.
Sedangkan tower tiga yaitu Top Ryde City Living, yang merupakan apartemen mewah yang terdiri dari lima tower yang akan selesai pada pertengahan 2013.
"Proyeknya kita targetkan selesai dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun ke depan," katanya.
Saat ini, Crown Group meraih kesuksesan luar biasa di Sydney, dengan 11 proyek yang telah diselesaikan sejak perusahaan pertama kali terbentuk pada tahun 1996.
Saat ini, Crown Group memiliki portofolio senilai lebih dari Rp 28 triliun yang termasuk proyek-proyek yang telah selesai dan masih dalam proses pembangunan di dalam lini usahanya
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




