Perkuat Implementasi TJSL di Flores, PLN Gandeng ISSF
Kamis, 21 Juli 2022 | 20:18 WIB
"Kami melakukan kunjungan lapangan kepada pemangku kepentingan terkait program terutama penerima manfaat seperti Gereja St Donatus Bhoanawa, penerima program bedah rumah, dan UMKM Material konstruksi berbasis FABA," ujar Nurul Iman.
"Dari hasil pengamatan dan diskusi dengan penerima manfaat, kami mendapatkan informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber bagi kami dalam mengevaluasi program yang telah dilaksanakan sekaligus memberikan masukan konstruktif untuk peluang-peluang perbaikan dari program yang telah dilaksanakan, dan sangat berharap masukan tersebut dapat dilaksanakan oleh PLN bersama pemangku kepentingannya sehingga keberlanjutan program terus dilaksanakan dan lebih bermanfaat diwaktu yang akan datang," jelasnya.
Baca Juga: Gandeng Hyundai Kefico, PLN Jajaki Produksi Motor Listrik
"Dari pengukuran dampak social (Social Return on Investment/SROI) yang kami lakukan diperoleh hasil Nilai SROI sebesar 2,15. Artinya setiap 1 (satu) Rupiah yang dikeluarkan oleh PLN telah menghasilkan dampak positif Rp 2,15," terangnya.
"keunikan yang luar biasa dari pemanfaatan FABA untuk bedah rumah sederhana sehat layak huni bagi masyarakat adalah lahirnya solidaritas diantara warga kurang mampu membantu sesamanya yang juga kurang mampu selaku penerima program, karena kalau orang mampu atau orang kaya membantu warga kurang mampu / warga miskin adalah hal wajar. Oleh karena itu pemanfaatan FABA untuk bedah rumah sederhana sehat layak huni bagi masyarakat kurang mampu perlu diteruskan sehingga semangat solidaritas diantara warga berkelanjutan, dan semakin banyak tersedia rumah layak huni yang dapat menjadikan kehidupan lebih layak, produktif dan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga lebih baik," paparnya.
Program pemanfaatan FABA yang sedang dilaksanakan saat ini di Ende merupakan sebuah program yang sangat baik karena menggandeng beberapa stakeholder kunci seperti pimpinan daerah dan tokoh agama. Hal baik yang sudah dilakukan ini perlu direplikasi oleh daerah lain karena manfaat program ini membantu pemerintah untuk mencapai target-target tujuan pembanguan berkelanjutan, tutup Iman.
Pemanfaatan FABA
Piet Heronimus Djata, selaku Pembina KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Anamamo Sedagadi menyampaikan terima kasih atas kepedulian PLN membantu masyarakat kurang mampu melalui bantuan material FABA untuk UMKM material konstruksi berbasis FABA sehingga tumbuhnya UMKM material konstruksi berbasis FABA telah mendukung terciptanya lapangan kerja baru sehingga beberapa warga terbantu kehidupannya, terang Piet.
"Kehadiran UMKM produksi batako berbasis FABA juga hadir di pedesaan atau daerah terpencil tentunya mendukung percepatan pembangunan nasional karena material konstruksi lebih mudah diakses masyarakat di desa sehingga pembangunan lebih cepat, selain juga membantu masyarakat desa sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Tenaga kerja yang bergabung dalam KSM yang dibinanya saat ini sejumlah 3 orang berasal dari Desa Nanganesa lokasi kami memproduksi batako. Dengan begitu mereka dapat membiayai pendidikan maupun membantu keluarga, sehingga semua tenaga kerja mendapatkan kehidupan yang lebih layak baik secara pribadi maupun bersama keluarga," terangnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




