KPSN Redam Ketegangan di Papua Lewat Sepakbola
Selasa, 27 Agustus 2019 | 09:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Apa yang terjadi di Papua tidak luput dari perhatian Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN). Insiden mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu sempat membuat masyarakat Papua "demam tinggi".
Kejadian itu menjadi "bola liar" yang kemudian menjalar kemana-mana. KPSN melalui ketuanya Suhendra Hadikuntono mengatakan menyelesaikan masalah Papua harus dengan hati dan cinta, bukan dengan senjata dan mungkin juga bisa melalui pendekatan sepakbola.
"Masyarakat Papua sangat "gila" bola. Papua adalah gudangnya talenta sepakbola dan ada yang menyebut Papua adalah "Brasil"-nya Indonesia," ujar Suhendra dalam siaran pers KPSN, Selasa (27/8/2019).
Untuk meredakan ketegangan itu, KPSN akan melakukan "Ekspedisi KPSN Mutiara Hitam 2019". "Saya akan mengunjungi Papua. Di sana kami mengajak legenda sepakbola Indonesia asal Papua seperti Johannes Auri, Berty Tutuarima dan lain-lain akan turun ke Papua untuk membagikan ratusan bola dan bermain bola bersama anak-anak Papua," tutur Suhendra.
Lebih lanjut Komisioner KPSN, Rudi S Kamri berharap untuk meredakan gejolak di Papua adalah dengan menahan diri.
"Pilihan terbaik, seharusnya kita semua diam menahan diri agar api kemarahan rakyat Papua segera padam dan tidak semakin bergejolak. Kita percayakan kepada Presiden Jokowi dan timnya untuk menyelesaikan masalah Papua ini. Seluruh masyarakat Indonesia tahu, Jokowi sangat cinta Papua. Cinta yang luar biasa," ujar Rudi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




