Peran Swasta Penting untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi
Jumat, 15 Mei 2026 | 06:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, menilai peran sektor swasta perlu diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, seusai ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I 2026.
Pertumbuhan ekonomi pada awal tahun tersebut terutama ditopang lonjakan belanja pemerintah yang meningkat signifikan.
Ramli menilai kenaikan belanja pemerintah pada awal tahun merupakan bagian dari strategi front loading untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik.
“Sepertinya sudah menjadi strategi pemerintah untuk jor-joran belanja pemerintah pada kuartal I,” kata Dipo, di Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Menurut dia, peningkatan belanja pemerintah turut didorong program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pencairan tunjangan hari raya (THR) yang membantu menjaga daya beli masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi pemerintah tumbuh 21,81% pada kuartal I 2026, tertinggi dalam sekitar 10 tahun terakhir. Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) naik 5,96%, ekspor tumbuh 0,9%, dan impor meningkat 7,18%.
Dipo menjelaskan lonjakan belanja negara merupakan bagian dari strategi jump start economy pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi, sekaligus menciptakan efek berganda terhadap konsumsi dan investasi domestik.
Meski demikian, ia mengingatkan ruang fiskal pemerintah tetap terbatas, sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya perlu semakin ditopang investasi sektor swasta.
Menurut Dipo, kepastian usaha dan konsistensi kebijakan menjadi faktor penting agar pelaku usaha tetap percaya diri melakukan investasi.
Ia juga menyoroti kondisi sektor manufaktur yang masih perlu diwaspadai, meski konsumsi rumah tangga meningkat karena momentum Lebaran. Karena itu, penguatan sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja formal dinilai perlu terus ditingkatkan agar konsumsi domestik tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Peran swasta jelas harus ditingkatkan. Kepastian usaha juga menjadi faktor kunci agar swasta bisa terus berinvestasi,” ucap Dipo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




