ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam Pleidoi, Rizieq Syihab Sebut Dirinya Korban Intelijen Hitam

Kamis, 20 Mei 2021 | 14:16 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Rizieq Syihab menjalani sidang perkara penghasutan di Petamburan? dengan agenda pembacaan nota pembelaan, Kamis, 20 Mei 2021.
Rizieq Syihab menjalani sidang perkara penghasutan di Petamburan? dengan agenda pembacaan nota pembelaan, Kamis, 20 Mei 2021. (Beritasatu.com/Mikael Niman)

Jakarta, Beritasatu.com - Terdakwa Rizieq Syihab menyebut dirinya menjadi target operasi intelijen hitam yang dilakukan penguasa saat ini.

"Kami menjadi target operasi intelijen hitam‎ berskala besar," kata Rizieq Syihab saat pembacaan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

Rizieq Syihab menjelaskan, operasi intelijen hitam adalah karena personelnya tidak bekerja untuk keselamatan bangsa dan negara tetapi hanya untuk kepentingan‎ oligarki (penguasa).

"Sedangkan, intelijen yang bekerja dengan ikhlas untuk menjaga negara dan bangsa dari rongrongan, itulah yang pantas disebut intelijen putih," beber Rizieq.

ADVERTISEMENT

Operasi intelijen hitam berskala besar telah menebar teror dan intimidasi terhadap Rizieq Syihab dan kawan-kawan. Dia menyontohkan kasus pelemparan bom molotov di Posko FPI, penembakan di kamar pribadi Rizieq Syihab di Megamendung Bogor, peledakan bom mobil acara tablig akbar di Cawang, Jakarta Timur, juga pengepungan dan pengeroyokan serta percobaan pembunuhan terhadap Rizieq Syihab dan kawan-kawan oleh ormas GMBI di depan Mapolda Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

"Sampai saat ini, tak satu pun diproses secara hukum‎ dan diungkap kasusnya oleh aparat penegak hukum, " imbuhnya.

Dia melanjutkan, operasi intelijen hitam juga membangun kolaborasi dengan berbagai industri media sosial untuk membunuh karakter Rizieq Syihab dan FPI secara habis-habisan.

"Sejak 2016 identitas saya dan FPI menjadi terlarang tampil di Facebook, Instagram dan Twitter, baik nama lengkap, inisial, logo, atribut, ‎foto, video atau berita apapun terkait saya dan FPI tak boleh ditampilkan di medsos," ungkapnya.

Kecuali, kata Rizieq, yang‎ sifatnya menghina, melecehkan serta membunuh karakter saya maka tidak dilarang tampil di Facebook, Instagram dan Twitter," imbuhnya.  



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon