Sisa January Effect, IHSG Diprediksi Jajal Level 7.000
Senin, 30 Januari 2023 | 06:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sepekan diprediksi menjajal level 7.000 dengan sisa potensi January Effect pada tutup bulan pertama tahun ini. Optimisme tersebut turut didorong perkiraan kenaikan suku bunga the Fed yang hanya sekitar 25bps pada Februari mendatang.
Pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono menyebutkan, IHSG masih berpotensi naik jika mampu menembus level 6.955 mendekati high 28 Desember lalu. Untuk selanjutnya menguji level 7.000-7.125. Bila proyeksi ini terealisasi, Wahyu percaya January Effect terjadi tahun ini.
"Target (January Effect) sisa dua hari, 30-31 Januari, 100 poin wajar dong. Peluang hit masih potensial," ujar dia kepada Investor Daily akhir pekan lalu.
Awal tahun ini, menurut Wahyu, sektor transportasi jadi jawara dengan return tahun lalu yang sama bagusnya dengan kinerja year to date (ytd) yang tercatat 7,59%. Pilihan sektor ini dipicu semangat reopening pasa-pandemi, sebagaimana Presiden Joko Widodo menetapkan berakhirnya pandemi sejak akhir tahun lalu.
"Mobilitas tinggi support indeks ini (transportasi)," imbuhnya.
Selanjutnya, ia merekomendasikan sektor teknologi yang mencatatkan return ytd 7,92% pada IDXTechno. Hampir semua emiten teknologi yang nasibnya buruk mulai oversold akhir tahun lalu dan melawan bangkit didukung sentimen global yang juga rebound terkait meredanya agresivitas Fed yang memicu rebound Nasdaq.
"Jika melihat GOTO yang rebound belakangan ke atas Rp 100-Rp 117 setelah sempat anjlok terpuruk di bawah 100 mungkin ada korelasinya," ujar Wahyu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




