ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Amerika Berkontribusi Terhadap Stabilitas Perekonomian Indonesia

Senin, 24 Juni 2013 | 20:01 WIB
RS
YD
Penulis: Ridho Syukro | Editor: YUD
Ilustrasi Exxonmobil.
Ilustrasi Exxonmobil. (Ist)

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Amerika Serikat atau U.S Chamber of Commerce untuk Indonesia menyatakan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berkontribusi besar terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.

Perusahan-perusahaan tersebut melalui investasi di bidang bisnis, komunitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peranan penting di tengah situasi pemerintah Indonesia yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta ketidakpastian perekonomian negara Eropa.

Vice President, U.S Chamber of Commerce untuk Asia Tami Overby menilai perusahaan-perusahaan Amerika juga mendukung perbaikan akses pendidikan dan keterampilan para pelajar dan pekerja di Indonesia.

Menurutnya The Exxonmobil Foundation yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa tengah menerapkan program untuk membenahi fasilitas sekolah sekaligus melatih para guru di Indonesia menggunakan metode pengajaran yang lebih modern sehingga bisa menciptakan kualitas tenaga kerja yang hebat di masa mendatang.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ia mengatakan The Exxonmobil tengah mempersiapkan training atau pelatihan kerja bagi para pekerja guna meningkatkan daya saing untuk menuju Asean Economic Community 2015.

"Indonesia adalah negara yang berkembang, perekonomiannya naik signifikan sehingga banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia termasuk perusahaan Amerika," ujar dia dalam acara Diskusi Strengthening Indonesia Competitiveness" di Hotel Le Meredien, Jakarta, Senin (24/6).

Dia mengatakan Penanam Modal Amerika seperti GE, juga telah melakukan kontribusi untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. GE menyediakan teknologi yang canggih sehingga memberikan pengetahuan baru bagi tenaga kesehatan di Indonesia untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik.

Dia mengatakan perusahaan perusahaan Amerika berkomitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam menangani masalah kekurangan tenaga terampil serta memperkuat tata kelola perusahaan.

Tami menilai upaya perbaikan tersebut akan terwujud apabila pemerintah Indonesia serta pengusaha Indonesia berkomitmen memperbaiki sistem regulasi serta memberantas korupsi.

Dia mengatakan meski perekonomian Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang luar biasa, masih banyalk pekerjaan rumah yang mesti dibereskan. Menurutnya pekerjaan rumah tersebut adalah membuka pasar yang lebih luas bagi investasi asing dengan mengimbanginya dengan tenaga kerja yang berkualitas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon