ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Strategi Pengelolaan Keuangan Perusahaan di Tengah Krisis

Jumat, 30 Agustus 2013 | 13:42 WIB
FF
B
Penulis: Firman Fernando | Editor: B1
Ferdinand Sadeli saat menjelaskan strategi pengelolaan keuangan perusahaan.
Ferdinand Sadeli saat menjelaskan strategi pengelolaan keuangan perusahaan. (Firman Fernando/Beritasatu.com)

Jakarta - Masalah keuangan seperti dinamika nafas perekonomian di dunia. Hal-hal yang berkaitan dengan keuangan, tidak hanya dialami oleh masyarakat, kelompok, maupun pemerintah, tetapi juga oleh perusahaan.

Perkembangan keuangan yang dinamis membuat para pelaku usaha harus terus meng-update perkembangan yang ada, dengan menyusun strategi yang andal dalam mengatasi masalah keuangan di perusahaannya. Apalagi saat ini, Indonesia sedang mengalami inflasi yang cukup tinggi, di mana rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang menyebabkan biaya produksi meningkat dan harga kebutuhan pokok melonjak tajam, hingga beberapa pelaku usaha terpaksa menutup usahanya.

Dalam seminar bertajuk "Fundamental of Corporate Financial Strategy" yang diadakan oleh Binus Business School, Jakarta, Kamis (29/8), Ferdinand Sadeli, Direktur Eksekutif Sinarmas Land selaku pembicara, mencoba mengajak masyarakat awam dan para pelaku usaha untuk mulai menyusun strategi pengelolaan keuangan yang lebih baik.

"Kebutuhan akan dolar Amerika yang tinggi, disebabkan oleh biaya impor yang tinggi. Hal ini yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah. Saya berpendapat bahwa para pelaku usaha harus mulai memandang risiko bukan hanya dari sisi ancaman, tetapi melihat kesempatan yang ada untuk mempertahankan usahanya," ujar Ferdinand yang mengaku menggemari sepakbola.

ADVERTISEMENT

"Dalam menjalankan usaha, hal yang paling diperlukan adalah berani dalam mengambil sebuah keputusan, dengan merisetnya terlebih dahulu, serta mulai menyusun strategi untuk melihat kesempatan di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil seperti ini," tambahnya.

Ferdinand juga mengatakan bahwa pemerintah harus segera mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan kondisi saat ini, yang berfungsi sebagai indikator bagi para pengusaha dalam memproyeksikan langkah usaha ke depannya. "Dalam hal ini, pemerintah harus segera membuat kebijakan sesegera mungkin, karena para pelaku pasar membutuhkan hal tersebut untuk menyelamatkan usahanya," ujarnya.

"Selain itu, pemerintah juga sebaiknya mulai segera melakukan pembangunan infrastruktur dengan cepat, untuk menekan impor yang cenderung berlebihan, sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar menguat kembali," tambahnya.

Di akhir seminar tersebut, Ferdinand juga coba membuka pandangan para pelaku usaha dan masyarakat, untuk tidak lagi menilai sebuah asuransi sebagai suatu biaya, melainkan menjadi sebuah alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk menyelamatkan keuangan perusahaan dari utang dan kebangkrutan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

UPH Dorong Perlindungan HKI untuk Perkuat Pariwisata Nasional

UPH Dorong Perlindungan HKI untuk Perkuat Pariwisata Nasional

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon