Pertamina Akan Kembali Suplai Avtur ke Merpati
Senin, 17 Oktober 2011 | 16:01 WIB
Pertamina akhirnya kembali menyuplai avtur ke Merpati setelah sempat terhenti selama beberapa hari karena tunggakan hutang.
Pertamina sudah sepakat untuk melanjutkan suplai avtur ke Merpati Airlines setelah sempat terhenti karena maskapai tersebut mengalami kesulitan membayar hutangnya kepada Pertamina.
Hatta Rajasa, yang bertindak sebagai Menteri BUMN as interim, mengatakan pada rapat kerja dengan Komisi VI hari Senin (15/10) bahwa Pertamina sudah sepakat untuk melanjutkan suplai avtur ke Merpati.
"Karena urgensinya adalah menyediakan transportasi ke Indonesia Timur yang belum terjangkau oleh swasta," ujar Hatta.
Sejak hari Jumat lalu, Pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati di bandara Makassar dan Surabaya karena Merpati menunggak hutang sebesar Rp 2,7 miliar dalam dua bulan terakhir.
Hatta menambahkan bahwa Pertamina setuju dengan catatan, dana penyertaan modal negara akan digunakan untuk membayar hutang total sebesar Rp 270 miliar yang belum dibayar sejak tahun 2007.
"Pencairan dana sebesar Rp 561 miliar masih menunggu harmonisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN," ujarnya.
Erlangga Hartarto mengatakan bahwa berdasarkan rapat sebelumnya antara DPR dengan Kementerian BUMN bahwa dana tersebut seharusnya sudah diberikan kepada Pertamina sejak tanggal 15 Oktober.
"Oleh karena itu, sebaiknya prosesnya dipercepat," jelas Hatta.
Pertamina sudah sepakat untuk melanjutkan suplai avtur ke Merpati Airlines setelah sempat terhenti karena maskapai tersebut mengalami kesulitan membayar hutangnya kepada Pertamina.
Hatta Rajasa, yang bertindak sebagai Menteri BUMN as interim, mengatakan pada rapat kerja dengan Komisi VI hari Senin (15/10) bahwa Pertamina sudah sepakat untuk melanjutkan suplai avtur ke Merpati.
"Karena urgensinya adalah menyediakan transportasi ke Indonesia Timur yang belum terjangkau oleh swasta," ujar Hatta.
Sejak hari Jumat lalu, Pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati di bandara Makassar dan Surabaya karena Merpati menunggak hutang sebesar Rp 2,7 miliar dalam dua bulan terakhir.
Hatta menambahkan bahwa Pertamina setuju dengan catatan, dana penyertaan modal negara akan digunakan untuk membayar hutang total sebesar Rp 270 miliar yang belum dibayar sejak tahun 2007.
"Pencairan dana sebesar Rp 561 miliar masih menunggu harmonisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN," ujarnya.
Erlangga Hartarto mengatakan bahwa berdasarkan rapat sebelumnya antara DPR dengan Kementerian BUMN bahwa dana tersebut seharusnya sudah diberikan kepada Pertamina sejak tanggal 15 Oktober.
"Oleh karena itu, sebaiknya prosesnya dipercepat," jelas Hatta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




