Antam Operasikan Pabrik Pengolahan Bauksit Terbesar di Asia Tenggara
Senin, 28 Oktober 2013 | 16:15 WIB
Tayan, Kalimantan Barat - PT Aneka Tambang (Antam) memulai commisioning atau percobaan pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi Chemical Grade Alumina (CGA) yang berlokasi di Tayan, Kalimantan Barat. Pabrik ini bernama PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) yang merupakan perusahaan patungan antara ANTAM dengan Showa Denko K.K. (SDK) Jepang.
Commisioning ini secara resmi dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Direktur Utama Antam Tato Miraza serta pejabat Pemerintah Daerah Kalimantan Barat, hari ini.
Dirut Tato mengatakan pabrik ini merupakan pabrik pengolahan bijih bauksit pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. PT ICA mampu memproduksi 300 ribu ton CGA per tahun dengan mengolah 850 ribu wmt bijih bauksit tercuci per tahun. Namun dalam fase commisioning ini hanya 70 persen produksi dilakukan sehinga diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 210 ribu ton CGA.
"Kami perkirakan Maret-April 2014 akan berproduksi seluruhnya. Sekarang commisioning 70 persen dari 300 ribu ton. Peningkatan kapasitas, kedepannya pasti kesana. Setelah stabil baru kami fokus berproduksi di tahun depan," kata Tato dalam konpers di Tayan, Kalimantan Barat, Senin (28/10).
Tato menurturkan, Antam memiliki 80 persen saham PT ICA dengan sisa kepemilikan 20 persem saham dipegang oleh SDK. 200 ribu ton dari total produksi 300 ribu ton CGA akan digunakan untuk menggantikan produksi Showa Denko di Jepang. Sedangkan 100 ribu ton CGA sisanya akan dipasarkan di luar wilayah Jepang termasuk di Indonesia.
Dikatakannya kontribusi pendapatan Antam, sampai Juli kemarin, komiditas emas mencapai 49 persen dan nikel sekitar 48 persen. Diperkirakan CGA mampu memberi kontribusi bagi pendapatan Antam sebesar 15-20 persen. Sedangkan kontribusi nikel akan berkurang akibat turunnya harga komiditas tersebut. Namun Tato menegaskan kontribusi tiap komoditas bisa berubah tergantung dari faktor harga.
Sementara itu, Menteri Jero Wacik mengatakan pengoperasian pabrik alumina ini merupakan salah satu bukti keseriusan pemerintah untuk menaikkan nilai tambah produk pertambangan. "Bahan baku setelah diproses kalau diekspor nilainya 10 kali lipat daripada bijih bauksit diekspor. Pengolahan ini juga bisa menjaga lingkungan maksudnya dikontrol jumlah ekspor bahan mentah," ujarnya.
Pendanaan proyek CGA berasal dari internal Antam dan SDK, pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) serta pinjaman komersial. Produk CGA yang diproduksi PT ICA akan diaplikasikan untuk memproduksi bahan pendukung komponen fungsional dan komponen elektronik diantaranya refractories, abrasives, produk bangunan, Integrated Circuit (IC), bahan untuk LCD screen dan lain-lain.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




