Indopura Resources Investasi Rp 6 Triliun di Kalbar
Rabu, 18 Desember 2013 | 21:56 WIB
Pontianak - PT Indopura Resources--perusahaan patungan Indonesia-Singapura-Tiongkok--yang bergerak di bidang pembangunan pabrik CGA (chemical grade alumina) menggandeng empat perusahaan besar Tiongkok mendirikan pabrik CGA Alumina di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) dengan investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp 6 triliun.
Menurut Managing Director PT Indopura Resources, M Arief Winata, setelah peletakan batu pertama pada Rabu (18/12), pembangunan pabrik di atas lahan seluas 224 hektare akan dimulai awal tahun depan dan diharapkan beroperasi akhir 2017.
Dikatakan, perencanaan konstruksi dan desain pembangunan pabrik dilakukan dalam waktu satu tahun karena harus melewati proses studi kelayakan. termasuk tahapan engineering, procurement, dan construction (EPC) yang dilakukan Indopura Resources bersama Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.
"Kami berkomitmen untuk berinvestasi pada industri pengolahan dan pemurnian bauksit (bauxite refinery) di Kalbar yang memiliki deposit bauksit sekitar 4,3 miliar ton. Dengan teknologi terkini, kami akan mengolah bauksit menjadi bahan jadi agar memiliki nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Kalbar, serta dapat menyerap sekitar 1.500 tenaga kerja," kata Arief.
Pihaknya menargetkan total produksi CGA Alumina mencapai 1,2 juta metrik ton per tahun, terdiri dari produksi tahap pertama 600.000 metrik ton dan tahap kedua dengan jumlah yang sama.
Terkait pembangunan pabrik bauksit, lanjut Arief, Indopura akan mengukuti aturan DMO (domestic market obligation) dari pemerintah dan sisanya baru diekspor ke luar negeri. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu aturan DMO dari pemerintah.
"Kami mengharapkan dukungan pemerintah. Terkait kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri paling lambat 12 Januari 2014, kami berharap pemerintah memberi kelonggaran kepada pengusaha tambang mineral agar tetap bisa mengekspor bahan baku mineral hingga rampungnya pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian," kata Arief.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




