Pengamat: Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Picu Inflasi Tinggi
Jumat, 3 Januari 2014 | 22:16 WIB
Bandung - Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kurtubi menyatakan kenaikan harga elpiji 12 kg akan berpengaruh terhadap ekonomi makro, salah satunya memicu inflasi tinggi pada Januari 2014.
"Kenaikan harga elpiji 12 kg di awal tahun yang cukup tinggi cukup mengejutkan, namun harus segera disikapi semua pihak agar dampaknya tidak terlalu besar, pengaruhnya juga dipastikan terhadap ekonomi makro dan bisa menggerek inflasi," kata Acuviarta di Bandung, Jumat (3/1).
Menurut Acu, pengaruhnya akan mengerek inflasi tinggi, terlebih tahun 2013 inflasi cukup tinggi sehingga cukup memberatkan masyarakat.
Pengaruh lainnya juga terhadap iklim investasi, dimana situasi saat ini akan menjadi kendala investasi. Para investor kemungkinan mempertimbangkan rencana berinvestasi, minimal menunggu hingga situasi lebih baik.
"Mungkin pengaruhnya juga ke investasi, meski tidak terlalu signifikan tapi dampaknya pasti ada. Namun diharapkan kondisi ekonomi bisa tetap stabil dan disikapi secara bijak," katanya.
Lebih lanjut, Acu menyebutkan, Indonesia harus berkaca kepada perlambatan laju ekonomi seperti yang terjadi pada 2004 dan 2009 yang bertepatan dengan momen Pemilu, seperti halnya yang akan dihadapi pada 2014.
Kenaikan elpiji 12 kg tidak hanya berpengaruh kepada sektor rumah tangga mampu yang mengonsumsi elpiji jenis itu, namun juga dampaknya rumah tangga menengah ke bawah.
"Yang dikhawatirkan terjadi subsidi yang menjadi tidak tepat sasaran, karena adanya konsumen elpiji 12 kg yang beralih ke elpiji 3 kg. Pengawasan distribusi perlu ditingkatkan lagi," katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Kadin Kota Bandung Deden Y Hidayat yang menyebutkan, kenaikan harga elpiji 12 kg sangat dirasakan oleh pelaku usaha UMKM yang selama ini mengonsumsi elpiji berukuran menengah tersebut.
"Dampaknya sangat dirasakan oleh UMKM, terutama yang bergerak di sektor perhotelan, restoran dan industri rumahan. Perlu ada skema agar tidak terjadi krisis elpiji 3 kg karena kemungkinan akan ada peralihan konsumsi elpiji ke 3 kg," kata Deden Hidayat.
Namun demikian, Deden berharap para pelaku UMKM menyikapi secara bijak kebijakan yang cukup mengejutkan itu, dan mencari solusi dan strategi yang dibutuhkan menghadapi kondisi tersebut.
"Imbasnya ada kenaikan biaya operasional dan juga berimbas kepada harga jual, namun kami berharap kondisi ini dihadapi secara bijak dan tidak panik," kata Ketua Kadin Kota Bandung itu menambahkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




