ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bukopin Raih Pinjaman dari Institusi Perancis US$ 50 Juta

Selasa, 11 Februari 2014 | 23:24 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Uang Rupiah (BeritaSatu/Collection)

Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) melakukan penandatanganan kerja sama pinjaman bilateral senilai US$ 50 juta dengan lembaga ekonomi dan pembangunan asal Perancis, Agence Francaise de Development (AFD).

Pinjaman berjangka panjang ini untuk efisiensi dan pengembangan energi terbarukan yang menjadi perhatian global.

Kesepakatan (memorandum of understanding/MoU) ditandatangani bersama Direktur Utama Bank Bukopin Bapak Glen Glenardi dan Country Director Indonesia AFD, Mr Vincent Rousset di Jakarta, Selasa (11/2).

Direktur Utama Bukopin Glen Glenardi menjelaskan, pinjaman tersebut memiliki tenor panjang, yakni maksimum 10 tahun. "Bukopin juga dapat meningkatkan platform seiring dengan peningkatan kinerja bisnis terkait proyek-proyek energi terbarukan dan efisiensi energi," kata Glen.

ADVERTISEMENT

Bagi Bank Bukopin, Glenn mengungkapkan, pinjaman tersebut sebagai upaya memperoleh pendanaan jangka panjang sehingga dapat meningkatkan pendapatan bunga dan pendapatan non-bunga (fee-base).

Melalui pinjaman ini, Bukopin juga meningkatkan pendanaan dalam valuta asing (valas). "Ini juga merupakan komitmen Bank Bukopin turut serta mendukung program pemerintah Indonesia di bidang energi," ujar Glen.

Sementara AFD mulai beroperasi pada 2 Desember 1941 saat Charles de Gaulle mengungsi ke London dan mendirikan organisasi ini dengan nama The Central Fund of Free France (Caissecentrale de la France libre or CCFL). Peran utama organisasi ini sebagai tresuri Negara dan bank sentral. Pada tahun 1943, Kantor pusatnya dipindahkan ke Algeria.

AFD adalah institusi keuangan publik Perancis yang bertugas mengurangi kemiskinan dan mendukung pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Negara-negara yang telah mendapatkan bantuan antara lain Burkina Faso, Afrika Tengah, Kongo, Ghana, dan lainnya.

Lembaga ini mempunyai proyek di 70 negara dengan total pembiayaan 950 miliar Euro. Proyek-proyek tersebut meliputi air minum, transportasi, pengurangan emisi, telekomunikasi, perlistrikan, pendidikan dasar, pinjaman mikro (microloans).

Di Indonesia sendiri, AFD memulai aktivitasnya sejak tahun 2007 dengan fokus untuk pinjaman program perubahan iklim (Climate Change Program), bantuan teknis dan keahlian dalam teknologi hijau (Green Technology), serta pendanaan publik dan swasta.

Proyek-proyek yang akan dibiayai oleh AFD ini sejalan dengan program "Protokol Kyoto" yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan industri dunia, terkait dengan perubahan (perbaikan) iklim dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon