Meski Maret Meningkat, Namun Ekspor Januari-Maret 2014 Masih Tergerus
Jumat, 2 Mei 2014 | 10:11 WIB
Jakarta - Nilai ekspor Indonesia pada bulan Maret 2014 mencapai US$ 15,21 miliar atau naik 3,95 persen dibanding ekspor Februari 2014. Demikian jika dibandingkan Maret 2013 meningkat 1,24 persen.
Namun secara kumulatif volume ekspor menurun 16,09 persen dibanding periode Januari-Maret 2013 yang disumbang oleh penurunan ekspor nonmigas sebesar 17,00 persen. Demikian juga volume ekspor migas turun 2,74 persen.
Begitu halnya secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari sampai Maret 2014 mencapai US$ 44,32 miliar atau menurun 2,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2013, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$ 36,45 miliar atau menurun 2,20 persen.
"Peningkatan ekspor Maret 2014 disebabkan meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 5,59 persen dari US$ 11,904 miliar menjadi US$ 12,570 miliar, sementara ekspor migas turun sebesar 3,24 persen, yaitu dari US$ 2,729 miliar menjadi US$ 2,640 milar," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (2/5).
Di sisi lain, terjadinya penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor gas sebesar 11,59 persen menjadi US$ 1,427 miliar.
Sementara ekspor minyak mentah meningkat 7,16 persen menjadi US$ 872,5 juta dan ekspor hasil minyak naik 13,48 persen menjadi US$ 340,4 juta. Volume ekspor migas Maret 2014 terhadap Februari 2014 untuk minyak mentah dan hasil minyak naik masing-masing sebesar 31,47 persen dan 15,84 persen, sementara gas turun sebesar 3,49 persen.
"Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia naik dari US$106,08 per barel pada Februari 2014 menjadi US$ 106,90 per barel pada Maret 2014," kat Suryamin
Lebih lanjut dijelaskannya, bila dibandingkan dengan Maret 2013, nilai ekspor Maret 2014 mengalami peningkatan 1,24 persen. "Peningkatan ini disebabkan naiknya ekspor nonmigas sebesar 3,92 persen, sementara ekspor migas turun sebesar 9,82 persen," kata dia.
Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2014 terhadap Februari 2014 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 265,7 juta yaitu sebesar 14,76 persen, sedangkan penurunan terbesar pada perhiasan/permata sebesar US$ 63,4 juta atau 12,54 persen.
Komoditi lainnya yang juga mengalami peningkatan ekspor adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 220,1 juta (12,13 persen), kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 64,3 juta (15,73 persen), mesin/peralatan listrik sebesar US$ 51,2 juta (6,37 persen), serta mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 23,8 juta (5,26 persen).
Sedangkan komoditi yang mengalami penurunan selain perhiasan/permata adalah alas kaki sebesar US$ 23,6 juta (7,85 persen), karet dan barang dari karet sebesar US$ 20,9 juta (3,02 persen), kertas/karton sebesar US$ 14,8 juta (4,56 persen), serta barang-barang rajutan sebesar US$ 5,8 juta (2,09 persen).
Dari sisi volume, ekspor Indonesia Maret 2014 mengalami peningkatan 14,08 persen dibanding Februari 2014 yang disebabkan peningkatan volume ekspor nonmigas sebesar 14,47 persen. Demikian juga volume migas naik 9,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Maret 2013 volume ekspor menurun 17,18 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




