Menteri Desa Ajak Usahawan Investasi Perdesaan
Senin, 23 Februari 2015 | 20:24 WIB
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengajak kalangan usahawan untuk membantu pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Dengan dana-dana itu, maka diharapkan akan mempercepat kemandirian desa dari sektor wisata desa dan produk unggulan di pasar (market) tradisional maupun modern.
"Pemerintah menginginkan dari desa telah berkembang pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga hasil pertanian, perkebunan dan kreatifitas dari desa bisa menjajaki perkotaan. Dan pada akhirnya, hasil produk desa punya nilai transaksi baik kepada konsumen," ujar Menteri Marwan, Senin (23/2).
Dikatakan Menteri Desa, selama ini pertumbuhan ekonomi desa memang belum maksimal. Selain dikaitkan dengan akses infrastruktur yang tidak memadai, juga karena kurangnya diberdayakan hasilnya ke pasar perkotaan. Sehingga, produk unggulan hanya terealisasi di pasar-pasar terdekat.
"Padahal secara kualitas, hasil produksi di perdesaan sudah bisa tersebar untuk antar propinsi," ujarnya.
Jika tidak ada dorongan dari kalangan usahawan yang peduli terhadap kemajuan masyarakat perdesaan, maka pasar atau market di Indonesia akan terus dikuasai oleh produk-produk impor.
"Dan akhirnya hasil dari negeri sendiri terus tak berdaya. Padahal Indonesia meruah hasil buminya," ujar Politikus PKB ini.
Dirinya punya keinginan, akan membuat titik zona produk unggulan masyarakat perdesaan. Misalnya tanaman talas yang selama ini orang sudah tahu bahwa adanya di Jawa Barat, kata Menteri Marwan, Bumdes akan didorong untuk membuat pengolahan untuk menjadi makanan khas yang khusus berbahan dasar talas.
"Kemudian sagu yang banyak di Indonesia Timur, nanti akan diarahkan juga agar ada BUMDes yang mengolahnya menjadi makanan khas daerah tersebut. Begitu juga daerah lainnya dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Sehingga, setiap desa punya brand sendiri," ujar Menteri Marwan.
Tidak hanya karena faktor pertanian, Menteri Marwan mengatakan, peluang membuka perekonomian baru di perdesaan yang memunyai alam yang sehat dan sejuk, juga patut diperhitungkan. Sekarang ini, katanya lagi, trend mengunjungi perdesaan cukup tinggi dari masyarakat perkotaan dan orang asing.
"Mungkin sudah jenuh lihat kota, wisatawan melirik desa sebagai tempat yang nyaman," ujarnya.
"Tinggal pengemasan wilayahnya saja. Desa yang pohonnya masih hijau, bisa membuat saung-saung kuliner dengan alam yang sejuk dan bersih. Saya bayangkan, nanti disitu rumah warga bisa juga disewakan. Pasti akan mendatangkan penambahan ekonomi untuk warga dan juga Bumdes," ujar Menteri Marwan.
Dengan adanya zona-zona industri perdesaan, Menteri Marwan mengatakan, maka peluang kalangan usahawan untuk berinvestasi juga tinggi. Jika sudah ada Bumdes, kata Menteri Marwan, kalangan usahawan sudah bisa langsung menyimpankan dananya tanpa perlu khawatir lagi pengelolaannya.
"Pemerintah akan awasi pengelolaan dananya, baik yang dikucurkan dari Dana Bantuan Desa atau juga pihak ketiga yang berinvestasi," ujarnya.
"Ketika peluang usaha di sektor hasil pertanian dan wisata desa prospeknya sangat besar mengundang investastor lainnya, maka pemerintah pasti akan mendorong untuk perbaikan infrastrukturnya. Dan situlah, peran Bumdes sangat diperlukan untuk mengembangkan kawasan desanya," ujar Menteri Marwan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




