ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga: Pesantren Punya Peran Penting Majukan Ekonomi Syariah Indonesia

Minggu, 2 Juni 2024 | 08:30 WIB
A
R
Penulis: Antara | Editor: RZL
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjawab pertanyaan wartawan di Pondok Pesantren Mama Bakry Sadeng, Kabupaten Bogor, Sabtu, 1 Juni 2024.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menjawab pertanyaan wartawan di Pondok Pesantren Mama Bakry Sadeng, Kabupaten Bogor, Sabtu, 1 Juni 2024. (Beritasatu.com/Singgih Nugroho)

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya peran pesantren dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah utama di dunia. Selain itu, ia juga mendukung keuangan inklusif sebagai bagian integral dari inklusi sosial dan ekonomi.

“Pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembelajaran keagamaan, juga memiliki tanggung jawab besar untuk pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,” ungkap Airlangga pada Milad Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Ke-46 di Pondok Pesantren Mama Bakry, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2024).

Menurut laporan State of The Global Islamic Economy (SGIE) 2023, meskipun Indonesia menempati peringkat ketiga dalam ekonomi syariah, di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Airlangga menilai posisi ini tidak sesuai dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

ADVERTISEMENT

"Ini sebetulnya tidak masuk akal karena jumlah penduduk kita 280 juta. Bandingkan dengan Malaysia yang mungkin setara bahkan sedikit lebih kurang dari Jawa Barat, demikian juga dengan Saudi," kata Airlangga.

“Kita harus meningkatkan agar ekonomi syariah kita bisa nomor satu di dunia,” tambahnya.

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, ditandai dengan jumlah santri dan pondok pesantren yang signifikan. Dari sekitar 4,8 juta santri dan 39.600 pondok pesantren di Indonesia, sebanyak 12.469 pesantren memiliki potensi ekonomi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro kecil.

Pemerintah telah mengambil langkah dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2020 untuk memperluas akses keuangan kepada masyarakat dengan melibatkan pesantren sebagai mitra strategis.

“Saya berharap target inklusi keuangan 90% bisa dicapai, apa lagi dengan kerja sama pesantren-pesantren,” tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Waspada! Ini 6 Jurus Jitu Tangkal Predator Seksual di Lingkungan Sekolah

Waspada! Ini 6 Jurus Jitu Tangkal Predator Seksual di Lingkungan Sekolah

MULTIMEDIA
Pesantren Jadi Basis Nasionalisme, Bahlil Dorong Santri Akses LPDP

Pesantren Jadi Basis Nasionalisme, Bahlil Dorong Santri Akses LPDP

NASIONAL
Pesantren Al-Achsaniyah, Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus

Pesantren Al-Achsaniyah, Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus di Kudus

JAWA TENGAH
Dina Lorenza Nilai Pesantren Kunci Cetak Pemimpin Agamis

Dina Lorenza Nilai Pesantren Kunci Cetak Pemimpin Agamis

LIFESTYLE
Majelis Masyayikh Kuatkan Mutu Pesantren lewat Asesmen Tahap 2

Majelis Masyayikh Kuatkan Mutu Pesantren lewat Asesmen Tahap 2

NASIONAL
Pasha Ungu Dorong Digitalisasi Pendidikan Islam di Pesantren

Pasha Ungu Dorong Digitalisasi Pendidikan Islam di Pesantren

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon