Jelang Lebaran, Defisit Telur di Banten Dikhawatirkan Picu Kenaikan Harga
Senin, 13 Juli 2015 | 00:30 WIB
Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengalami defisit ketersediaan telur sebanyak 5.846.464 kilogram (kg) sehingga dikhawatirkan memicu kenaikan harga komoditas tersebut selama Lebaran 2015.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, selama Ramadan permintaan masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok sangat tinggi, termasuk telur. "Hal ini membuat persediaan telur di Provinsi Banten mengalami defisit signifikan," Eneng di Serang, Minggu (12/7).
Eneng menungkapkan, ketersediaan telur selama Ramadan hingga Idul Fitri sebanyak 6.552.107 kg, sedangkan kebutuhan masyarakat mencapai 12.398.571 kg sehingga defisit sebanyak 5.846.464 kg. "Kondisi seperti ini bisa memicu harga telur melonjak tinggi dan tidak stabil. Namun sudah ada ada cara untuk mengatisipasinya," kata Eneng.
Eneng mengatakan, persoalan defisit telur akan dipenuhi dengan masuknya telur dari daerah-daerah di luar Provinsi Banten misalnya seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung.
Sementara kondisi terbalik terjadi pada daging merah dan daging putih yang mengalami surplus hingga Idul Fitri nanti. Ketersediaan daging merah hingga Idul Fitri sebesar 10.605.569 kg, sedangkan kebutuhan mencapai 8.576.991 kg. Daging merah mengalami surplus sebanyak 2.028.578 kg. Sedangkan daging putih, ketersediaan sebanyak 31.767.355 kg, sementara kebutuhan sebanyak 23.046.089 kg. Dengan demikian, daging putih mengalami surplus mencapai 8.751.266 kg.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




