ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ESDM: Freeport Belum Penuhi Syarat Perpanjangan Izin Ekspor

Rabu, 15 Juli 2015 | 14:15 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers usai bertemu petinggi PT Freeport di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, 2 Juli 2015.
Menteri ESDM Sudirman Said memberikan keterangan pers usai bertemu petinggi PT Freeport di Kompleks Kepresidenan, Jakarta, 2 Juli 2015. (Beritasatu.com/Ezra Sihite)

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menerbitkan rekomendasi perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga bagi PT Freeport Indonesia. Izin ekspor yang dikantongi perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu bakal berakhir 25 Juli nanti.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan Freeport belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi perpanjangan izin ekspor. Oleh sebab itu, dia berharap Freeport segera memenuhi persyaratan tersebut. "Ada satu persyaratan yang ditunggu yaitu pembayaran pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Ini sebagai penanda komitmen. Kalau tidak dipenuhi maka kami tegas, tidak kami keluarkan (rekomendasi)," kata Sudirman di Jakarta, Rabu (15/7).

Pengajuan permohonan perpanjangan itu diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2014 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian. Dalam peraturan itu memuat ketentuan mengenai syarat yang harus dilengkapi untuk memperoleh perpanjangan izin ekspor antara lain realisasi pembangunan smelter. Laporan realisasi progres smelter paling sedikit 60 persen dari perencanaan maupun penyerapan dana dalam kurun enam bulan.

Juru bicara Freeport Indonesia Daisy Primayanti sebelumnya menuturkan sejumlah kemajuan pembangunan smelter antara lain ditandatanganinya land definitive agreement mengenai kerja sama sewa lahan seluas 80 hektare (ha) milik PT Petrokimia Gresik selama 20 tahun senilai US$ 150 juta. Freeport memang menggandeng Petrokimia terkait pembangunan smelter. Hanya saja pembayaran sewa tersebut dilakukan setelah Petrokimia menyerahkan lahan itu. Pasalnya lahan tersebut masih ada yang dalam proses reklamasi sehingga belum siap digunakan Freeport.

ADVERTISEMENT

Selain lahan, Daisy mengungkapkan sejumlah dana yang telah digelontorkan dalam enam bulan terakhir. Freeport telah menyelesaikan early work dan memulai basic engineering sebesar US$ 9 juta. Dia juga mengungkapkan sudah memulai persiapan perizinan analisis dampak lingkungan (amdal) konstruksi smelter senilai US$ 1,5 juta. "Kami juga akan menandatangani kontrak Feed (front end engineering design) sebesar US$ 20 juta," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ratusan Anak-anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik

Ratusan Anak-anak Antusias Ikuti Freeport Grassroots Tournament 2026 di Gresik

SPORT
Freeport Sebut Produksi Aman di Tengah Gejolak Harga Energi

Freeport Sebut Produksi Aman di Tengah Gejolak Harga Energi

EKONOMI
Karyawan Freeport Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

Karyawan Freeport Tewas Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg

NUSANTARA
Tak Hanya Perpanjang IUPK, Freeport Investasi Rp 337 T hingga 20 Tahun

Tak Hanya Perpanjang IUPK, Freeport Investasi Rp 337 T hingga 20 Tahun

EKONOMI
Freeport Indonesia Akan Ajukan Perpanjangan Izin Usaha Tahun Ini

Freeport Indonesia Akan Ajukan Perpanjangan Izin Usaha Tahun Ini

EKONOMI
Temui Gubernur Papua, Bahlil Bahas Saham Freeport

Temui Gubernur Papua, Bahlil Bahas Saham Freeport

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon