Minim Pasokan, Harga Kebutuhan Pokok di Bogor Masih Tinggi
Rabu, 22 Juli 2015 | 09:54 WIB
Bogor - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Bogor, Kota Bogor masih tinggi pascalibur lebaran, Rabu (22/7). Hal tersebut diduga akibat minimnya pasokan dari daerah.
Titin (34), salah seorang pedagang di Pasar Bogor mengakui, kenaikan harga terjadi sepekan sebelum Lebaran, "Biasanya harga menurun setelah Lebaran, tapi ini masih ada lonjakan harga untuk beberapa harga kebutuhan pokok," kata warga Sindangbarang, Kota Bogor ini.
Menurut dia, kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok itu disebabkan pasokan yang berkurang. Sebab, sebagian besar petani sayuran di Kabupaten Bogor dan Cianjur masih belum panen. Di lain pihak, animo masyarakat untuk membeli masih tinggi.
"Tingginya minat beli karena banyak warga Bogor yang telah kembali beraktivitas," ujarnya.
Pedagang lain, H Suteja (52) mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang sangat signifikan terjadi pada harga cabai yang masih tetap naik sekitar 50 persen. Suteja menyebutkan, sebelumnya harga cabai Rp 30.000 per kilogram, tetapi sekarang menembus Rp 60.000 per kilogram.
Harga sejumlah sayuran pun mengalami peningkatan, misalnya harga kol yang dulu Rp 3.000 per kilogram sekarang Rp 4.000 per kilogram dan harga kangkung sudah mencapai Rp 2.000 per ikat atau naik Rp 1.000. Sementara tahu dan tempe mengalami kelangkaan di pasar setelah Lebaran.
"Masa Lebaran sejumlah produsen penghentikan sementara produksinya. Mungkin beberapa hari ke depan, pasokan tahu/tempe akan normal," kata Suteja.
Adapun untuk harga bawang merah mengalami penurunan yang sebelumnya Rp 27.000 per kilogram sekarang menjadi Rp 22.000 per kilogram. Harga telur juga mengalami hal yang serupa, dari harga semula Rp 22.000 per kilogram turun menjadi Rp 20.000 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi masih relatif tinggi di kisaran Rp 120.000 per kilogram dan harga daging ayam masih diangka Rp 38.000 per kilogram. Sejumlah pedagang menilai kenaikan harga sejumlah bahan pokok akan berlangsung selama sepekan setelah lebaran.
"Permintaan daging di masyarakat masih tinggi sehingga harganya masih relatif mahal," kata Nanang (29) penjual daging.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




