ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua Umum Kadin Terpilih Harus Penuhi 5 Kriteria

Senin, 23 November 2015 | 16:41 WIB
EF
B
Penulis: Eva Fitriani | Editor: B1
Dua calon ketua umum Kadin Rachmat Gobel (kedua dari kanan) dan Rosan Perkasa Roeslan saling berjabat tangan.
Dua calon ketua umum Kadin Rachmat Gobel (kedua dari kanan) dan Rosan Perkasa Roeslan saling berjabat tangan. (Barthel B Usin/ Suara Pembaruan)

Jakarta – Persaingan antara dua kandidat calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) semakin memanas dalam memperebutkan kursi pimpinan tertinggi Kadin periode 2015-2020 yang akan ditentukan pada Musyawarah Nasional (Munas) VII di Bandung. Dalam Munas yang berlangsung pada 22-24 November 2015 tersebut, kursi ketua umum Kadin yang saat ini diduduki Suryo Bambang Sulisto akan diperebutkan oleh dua kandidat, yakni mantan Menteri Perdagangan yang juga Chairman Panasonic Rachmat Gobel dan Wakil Ketua Umum Kadin bidang Perbankan dan Keuangan Rosan Perkasa Roeslani.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) Aziz Pane mengatakan, Ketum Kadin yang akan terpilih nanti setidaknya harus memenuhi 5 kriteria utama agar mampu membesarkan nama Kadin dan membawa ke arah yang lebih baik ke depannya.

"Ketum Kadin terpilih harus bisa mempersatukan semua pengusaha yang bernaung di dalam Kadin. Selain itu, dia juga harus mampu menumbuhkan semangat hilirisasi komoditas sehingga turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Aziz kepada Investor Daily, Minggu (22/11).

Selain itu, lanjut Aziz, Ketum Kadin terpilih juga haruslah sosok yang dapat diterima semua golongan, mau turun ke bawah untuk merangkul usaha kecil menengah (UKM) dan industri-industri kecil, serta yang juga paling penting adalah memiliki visi global," kata Aziz.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Aziz enggan menyebutkan siapa dari dua kandidat calon ketua umum kadin yang dirasa memenuhi kriteria tersebut. Aziz pun masih bungkam saat ditanya siapa kandidat yang akan dipilih, walaupun APBI dipastikan memiliki satu suara dari total 132 suara yang diperebutkan dalam munas nanti. "Kita lihat besok," ujar dia.

Menyinggung potensi money politics yang kemungkinan terjadi dalam munas nanti, Aziz juga tidak bersedia berkomentar lebih jauh. "Kita jangan munafiklah kalau untuk urusan-urusan yang demikian. Hanya saja, bagaimana caranya agar diminimalisir saja dan pelan-pelan ada perbaikan untuk ke depannya," ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

Rupiah Anjlok Rp 17.500, Kadin Soroti Anomali Ekonomi Indonesia

EKONOMI
Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

Kadin Sebut Program Pemerintah Mulai Tunjukkan Hasil Tahun Ini

EKONOMI
Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

Kadin Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Dorong Ekonomi

EKONOMI
Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

Sektor Usaha Ini Tahan Banting di Tengah Tekanan Global Awal 2026

EKONOMI
Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

Kadin Dorong Kerja Sama Agrikultur dengan Cile

EKONOMI
BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

BGN Ungkap Alasan TNI-Polri Terlibat MBG hingga Punya 1.000 SPPG

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon