ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank Mandiri Bantu Buruh Migran Jadi Majikan

Minggu, 13 Desember 2015 | 17:19 WIB
HG
B
Penulis: Hari Gunarto | Editor: B1
ilustrasi : TKI
ilustrasi : TKI

Hong Kong – Rendahnya daya serap angkatan kerja di Indonesia membuat enam juta orang harus meninggalkan kampung halaman dan merantau ke negeri orang demi menyelamatkan ekonomi keluarga.

Mereka mayoritas adalah perempuan dan kini tersebar di Timur Tengah sebanyak 1,8 juta orang, Malaysia 1,2 juta orang, dan Hong Kong sekitar 137 ribu, serta di beberapa negara.

Mereka lah para buruh migran Indonesia yang acap dijuluki pahlawan devisa. Setiap tahun mereka mengalirkan uang ke negeri ini lebih dari US$ 8 miliar atau setara Rp 112 triliun.

Namun, kepergian tenaga kerja perempuan yang sebagian sudah berkeluarga itu menyisakan persoalan tersendiri. Seperti yang terjadi pada buruh migran di Hong Kong, banyak di antara mereka yang terpaksa harus bercerai dari suami.

ADVERTISEMENT

Tergerak oleh realita pahit itu, Bank Mandiri mendesain program yang bertujuan untuk membuat mereka mandiri setelah selesai kontrak sebagai buruh migran, agar kelak saat kembali ke Tanah Air dapat berwiraswasta.

Program itu dinamai "Mandiri Sahabatku". Lewat program ini, Bank Mandiri hendak menyebarkan semangat kewirausahaan, dengan sasaran Buruh Migran Indonesia (BMI). Dalam program yang digelar bersama Mandiri University sejak 2011 ini, Bank Mandiri telah melatih kewirasauhaan bagi 8.377 buruh migran yang tersebar di Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi G Sadikin mengatakan, program ini bertujuan agar para buruh migran memiliki bekal semangat dan keterampilan untuk masa depan yang lebih baik saat kembali ke Tanah Air. Pada penyelenggaraan kali ini, sekitar 800 buruh migran mengikuti pelatihan wirausaha di Hotel Excelsior Hong Kong, Minggu (13/12). Acara ini dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Langkah ini merupakan upaya kami sebagai perusahaan milik negara untuk membantu para buruh migran agar mampu mandiri saat kembali ke Tanah Air," kata Budi Sadikin.

Budi menyebut bahwa program ini awalnya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perseroan (CSR). Namun, di balik itu, Bank Mandiri ingin melatih BMI berbisnis. Dengan berbisnis, mereka suatu ketika akan meminjam dari Bank Mandiri, sekaligus menabung.

"Jadi, program Mandiri Sahabatku ini bertujuan ganda. Yakni ingin memecahkan masalah sosial BMI karena tingginya angka perceraian, sekaligus mendulang bisnis bagi Bank Mandiri," ungkap Budi.

Program Mandiri Sahabatku memiliki empat pilar utama, yaitu mengubah buruh menjadi majikan, mempersatukan keluarga melalui entrepreneurship (kewirausahaan), menyejahterakan keluarga dan lingkungan, serta mencerdaskan bangsa.

Di Hong Kong, program Mandiri Sahabatku telah digelar sejak Oktober 2011. Minat para pekerja migran untuk mengikuti program ini cukup tinggi. Terbukti, jumlah peserta terus meningkat dari tahun ke tahun. Saat pertama kali digelar, program Mandiri Sahabatku diikuti oleh 20 pekerja migran Indonesia di Hong Kong. Saat ini, jumlah tersebut melonjak hingga rata-rata sebanyak 1.000 orang setiap penyelenggaraan (batch).

Direktur Retail Banking Hery Gunadi menambahkan, program pelatihan kewirausahaan ini terbagi dalam tiga tahapan pelatihan, yaitu pra-penempatan, penempatan, dan pasca-penempatan. Tahap pra-penempatan diperkenalkan kepada calon tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri.

Selanjutnya, pada tahap penempatan di negara tujuan, para pekerja dilatih menganalisis peluang usaha, membuat rencana bisnis, serta diberi motivasi dan semangat kewirausahaan.

Pada tahap pasca-penempatan, para pekerja migran yang mengikuti program Mandiri Sahabatku mendapat pendampingan dari Bank Mandiri dalam memulai usaha dalam bentuk program "Dadi Majikan" yang dibimbing oleh bapak asuh dari kalangan pengusaha, nasabah Bank Mandiri, alumni Wirausaha Muda Mandiri, dan dosen Mandiri University.

Menteri BUMN: Buruh Migran Harus Punya Mimpi
Rini Soemarno dalam sambutannya menyatakan, para buruh migran pada saatnya harus pulang dan menjadi wirausahawan.

"Kita semua harus punya mimpi. Kita harus jadi pengusaha. Seperti saya juga bermimpi jadi pengusaha setelah pensiun dari birokrasi. Saya sekarang punya pabrik roti karena waktu sekolah di Amerika kerja di resto dan pintar bikin roti," tuturnya.

Menurut Hery Gunadi, dari 8 ribu lebih BMI yang telah mendapatkan pelatihan, sekitar 200 orang sudah mampu berwirausaha. Ada eks buruh migran yang omzet usahanya mencapai Rp 36 juta per bulan.

Para peserta pelatihan Mandiri Sahabatku tidak dipungut biaya alias gratis. "Mandiri Sahabatku memiliki visi menciptakan pengusaha baru dari kalangan Buruh Migran Indonesia, sehingga mereka nantinya dapat menjadi ‘majikan’ di negeri sendiri," ungkap Budi.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid sebelumnya menyatakan bahwa hingga akhir Desember nanti remitansi dari TKI dalam menyumbang devisa negara bisa mencapai US$ 10 miliar.

Hingga September 2015, Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 14,58 triliun. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp 32,45 triliun dan pendapatan nonbunga sekitar Rp 13,16 triliun. Kredit tercatat tumbuh 10,7% (yoy) menjadi Rp 560,5 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 10,7% (yoy) menjadi Rp 654,59 triliun, LDR 85,3%, serta CAR 17,9%.

Bank Mandiri mempekerjakan sekitar 35.503 karyawan dengan 2.380 kantor cabang dan tujuh kantor cabang/perwakilan/perusahaan anak di luar negeri. Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 17.341 mesin ATM, dan 53.895 mesin yang tersambung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, serta 294.437 mesin Electronic Data Capture (EDC).

Bank Mandiri adalah bank terbesar di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang meliputi segmen usaha korporasi, komersial, mikro & bisnis, konsumer, serta treasury. Bank Mandiri memiliki sedikitnya sembilan anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya, yakni Mandiri Sekuritas, Bank Syariah Mandiri, AXA-Mandiri Financial Services, Mandiri InHealth, Bank Mandiri Taspen Pos/Mantap, Mandiri International Remittance, Mandiri Europe, serta Mandiri Tunas Finance, serta Mandiri AXA General Insurance.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Momentum Kebangkitan Nasional di Bulan Mei, Bank Mandiri Salurkan 28.000 Paket Sembako

Momentum Kebangkitan Nasional di Bulan Mei, Bank Mandiri Salurkan 28.000 Paket Sembako

EKONOMI
Wujudkan Generasi Unggul, Bank Mandiri Bagikan Ribuan Paket Buku melalui Mandiri Peduli Sekolah

Wujudkan Generasi Unggul, Bank Mandiri Bagikan Ribuan Paket Buku melalui Mandiri Peduli Sekolah

NASIONAL
Bank Mandiri Kantongi Restu Buyback Saham Rp 1,16 Triliun

Bank Mandiri Kantongi Restu Buyback Saham Rp 1,16 Triliun

EKONOMI
Bank Mandiri Bagi Dividen Rp 44,47 Triliun

Bank Mandiri Bagi Dividen Rp 44,47 Triliun

EKONOMI
Berbagi Kebaikan untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal bagi 2.800 Pendonor

Berbagi Kebaikan untuk Sesama, Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal bagi 2.800 Pendonor

EKONOMI
Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik melalui Program Mudik Bersama Gratis

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon