PUPR: Percepatan Proyek Infrastruktur Serap Banyak Tenaga Kerja
Selasa, 12 Januari 2016 | 08:21 WIB
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan percepatan pembangunan infrastruktur pada tahun ini akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Untuk memenuhi kebutuhan pekerja di sektor tersebut, kementerian akan meningkatkan standar kompetensi.
"Kementerian PUPR selain sebagai pengguna jasa konstruksi juga merupakan pembina tenaga konstruksi. Untuk itu, dengan kebutuhan sumber daya manusia dalam memenuhi pembangunan infrastuktur, kami harus meningkatkan standar kemampuan agar bisa bersaing," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari Investor Daily, Selasa (12/1).
Lebih jauh, Basuki menuturkan, pekerjaan di sektor infrastruktur lebih banyak menyerap tenaga kerja dibandingkan sektor lainnya. Dia mencontohkan dalam satu proyek pembangunan bendungan dibutuhkan hingga 400 pekerja. Sementara, untuk pembangunan satu unit rumah dibutuhkan sekitar 15 pekerja. "Penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi dan infrastruktur ini lebih banyak dibandingkan agrikultur. Perbandingannya hampir 2-3 kali," ujar dia.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Hediyanto W Husaini mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan instruksi untuk menambah pekerjaan perawatan dan pengawasan jalan pada 2016. Dengan demikian, kebutuhan tenaga kerja akan bertambah hingga 10%.
"Di sektor konstruksi, tenaga ahli sebanyak 7,2 juta di Indonesia. Sementara hanya sekitar 1,2 juta yang dibutuhkan untuk membangun jalan dan jembatan. Karena untuk pembangunan kita lebih banyak menggunakan alat berat sehingga ke depan kami akan tambah pekerjaan untuk maintenance yang bisa menyerap hingga 1,4 juta tenaga kerja," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




