Neraca Perdagangan 2015 Surplus US$ 7,51 Miliar
Jumat, 15 Januari 2016 | 11:29 WIB
Jakarta –Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada Desember 2015 defisit US$ 235,8 juta. Adapun neraca perdagangan sepanjang tahun 2015 tercatat surplus sebesar US$ 7,51 miliar.
Kepala BPS Suryamin mengatakan neraca migas pada bulan Desember tercatat defisit US$ 498,5 juta. Sementara untuk neraca non-migas masih mencatat surplus sebesar US$ 262,7 juta. "Neraca perdagangan tahun 2015 secara akumulasi paling tinggi setelah tahun 2011," ujar Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Jumat (15/1).
Ditambahkan, ekspor pada bulan Desember 2015 tercatat US$ 11,89 miliar atau naik 6,98 persen dibanding November 2015. Ekspor migas turun sebesar 13,20 persen. Sementara non migas naik sebesar 10,12 persen. Apabila dibanding Desember tahun 2014, nilai ekspor US$ 14,62 miliar turun 17,66 persen. Secara total sepanjang tahun 2015 tercatat kinerja ekspor Indonesia sebesar US$ 150,25 miliar.
Sementara itu, untuk impor terjadi kenaikan 5,23 persen menjadi US$ 12,12 miliar bila dibanding November 2015. Impor migas maupun nonmigas, sama-sama mengalami peningkatan masing-masing sebesar 9,61 persen dan 4,5 persen. Dibanding Desember tahun 2014, nilai impor US$ 12,12 miliar turun 16,02 persen. Secara total sepanjang tahun 2015 tercatat kinerja impor Indonesia sebesar US$ 142,74 miliar.
Surplus neraca perdagangan tahun 2015 diakui Suryamin merupakan yang tertinggi dalam 4 tahun belakangan. Sekadar mengingatkan, neraca dagang Indonesia pada tahun 2014 tercatat defisit US$ 1,89 miliar. "Neraca perdagangan tahun 2015 secara akumulasi paling tinggi setelah tahun 2011," tambah Suryamin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




