Ulah Abu Sayyaf Picu Pembangkit Listrik Filipina Terancam Pasokan
Rabu, 30 Maret 2016 | 19:39 WIB
Jakarta - Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) mengungkapkan pasokan batu bara Indonesia bagi pembangkit listrik di Filipina terancam terhenti. Hal ini seiring dengan aksi kelompok teroris Filipina Abu Sayyaf yang menyandera 10 awak kapal dan muatan batu bara sejak 26 Maret kemarin.
"Batu bara yang dikirim ke Filipina itu untuk pembangkit listrik. Apabila tidak ada jaminan keselamatan dari otoritas Filipina maka tidak menutup kemungkinan pasokan batu bara dari Indonesia terhenti," kata Sekretaris Jenderal Aspebindo Ekawahyu Kasih di Jakarta, Rabu (30/3).
Ekawahyu menuturkan pengiriman batu bara ke Filipina sudah berlangsung sejak puluhan tahun. Namun baru kali ini terjadi aksi penyanderaan. Dia mengungkapkan rute pelayaran yang biasa ditempuh merupakan jalur perdagangan. Tercatat sekitar 6 juta ton batu bara diekspor ke Filipina selama kurun 2014 kemarin.
Dikatakannya, ada dua dampak bagi pengusaha akibat peristiwa penyanderaan itu. Pertama, pengusaha Indonesia sudah terikat kontrak dengan pengusaha di Filipina. Dia menyebut dalam kontrak itu ada klausul force majeur apabila pemerintah Filipina menyatakan jalur perdagangan tidak aman. Dengan begitu pengiriman batu bara bisa terhenti sesuai kontrak. "Kalau tidak ada peringatan dari pemerintah Filipina maka perdagangan tidak bisa dibatalkan sepihak," ujarnya.
Konsekuensi kedua, lanjut Ekawahyu yakni pengiriman barang lewat jalur pelayaran sebenarnya dilindungi oleh asuransi. Namun terkait penyanderaan tentunya ada klausul-klausul tersendiri yang terpenuhi dalam mengurus klaim asuransi. "Kami berharap pemerintah Filipina segera mengambil langkah tegas. Ini demi menjamin keselamatan pelaku perdagangan lainnya," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




