ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Andalan Finance Bukukan Pembiayaan Baru Rp 750 Miliar

Senin, 18 April 2016 | 17:41 WIB
DK
B
Penulis: Devie Kania | Editor: B1
Logo Andalan Finance
Logo Andalan Finance (IST/Investor Daily/PR)

Jakarta – PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance) membukukan pembiayaan baru (new booking) sebesar Rp 750 miliar sampai kuartal I-2016. Pencapaian tersebut setara dengan 23,43% dari target new booking Andalan Finance yang disasar mencapai Rp 3,2 triliun atau naik 15% secara year on year (yoy) pada akhir 2016 berbanding tahun 2015.

Presiden Direktur Andalan Finance Sebatianus Harno Budi mengatakan, perseroan berencana fokus di lini pembiayaan mobil bekas (used car) dan passanger car (kendaraan penumpang) sepanjang tahun ini. Adapun, hingga kuartal I lalu portofolio bisnis Andalan Finance didominasi pembiayaan used car dan tipe kendaraan yang dijual cenderung passanger car. Pasalnya, komposisi tipe kendaraan komersial hanya sekitar 10% terhadap total pembiayaan multifinance ini.

"Selain pembiayaan mobil, kami pun akan mulai memperluas lini bisnis dengan meluncurkan produk multiguna pada semester II mendatang. Sejauh ini, izin pengadaan produk tersebut tengah dalam tahap proses review (tinjauan) di OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," ujar dia selepas acara penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Andalan Finance dan PT Bank MNC Internasional Tbk (Bank MNC) di Jakarta, Senin (18/4).

Terkait multiguna, Sebatianus mengungkapkan, perusahaan menyakini multiguna dapat berkontribusi di bawah 10% terhadap total new booking akhir tahun ini. "Kendati, secara portofolio pembiayaan fokus perseroan tentu adalah used car. Dari sisi pasar (market), juga terlihat animo masyarakat terhadap kendaraan bekas sudah cukup tinggi," ungkap dia.

ADVERTISEMENT

Adapun, sepanjang tahun ini Andalan Finance berencana meningkatkan performa dan menerapkan efisiensi. Sebagai contoh terkait efisiensi, Sebatianus mengungkapkan, perusahaan yang ia pimpin ini tidak akan membuka kantor cabang baru sepanjang tahun 2016. Padahal, tahun lalu perseroan menambah lima kantor cabang yang tersebar di sejumlah daerah.

"Pasalnya, kami memang berniat fokus meningkatkan kinerja dan mencapai target kenaikan new booking sebesar 15% (yoy) pada akhir 2015. Target tersebut lebih baik dibanding realisasi tahun 2015, karena saat itu perseroan membukukan new booking sebesar Rp 2,8 triliun atau setara dengan kenaikan sekitar 3% berbanding akhir tahun 2014," ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon