ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tahun Depan, Produksi Minyak Non-OPEC Diprediksi Naik

Senin, 12 September 2016 | 21:39 WIB
IS
B
Penulis: Iwan Subarkah | Editor: B1
Petugas memeriksa instalasi saluran minyak mentah di kapal pengangkut minyak MT Sanggau yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 3 Maret 2016.
Petugas memeriksa instalasi saluran minyak mentah di kapal pengangkut minyak MT Sanggau yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis 3 Maret 2016. (Antara)

Paris – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak atau OPEC pada Senin (12/9) memperkirakan produksi minyak di luar kartel naik pada 2017. OPEC merevisi perkiraan sebelumnya bahwa produksi minyak non-OPEC tahun depan akan turun.

Dalam laporan bulanannya, OPEC menyebut produksi dari negara seperti Kazakshtan, Norwegia, dan Inggris tahun depan akan bertambah. Produksi minyak non-OPEC tahun depan diperkirakan mencapai 200.000 barel per hari (bph). Sebelumnya OPEC memperkirakan penurunan produksi non-OPEC 150.000 bph pada 2017.

OPEC juga memperkirakan permintaan minyak mentah dunia terus naik. Untuk 2016, pasokan minyak non-OPEC diperkirakan turun sebanyak 610.000 bph. Penurunan ini juga lebih kecil dibandingkan proyeksi sebelumnya.

"Hal ini terutama disebabkan penurunan di AS lebih kecil dari perkiraan dan kinerja Norwegia melebihi prediksi. Selain itu, kilang Kashagan di Kazakhstan mulai berproduksi," kata OPEC, seperti dilansir AFP.

ADVERTISEMENT

Kartel minyak ini tidak mengumumkan proyeksi pasokan dari 14 negara anggotanya. OPEC hanya memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak dunia naik 1,23 juta bph tahun ini.

Permintaan minyak mentah dunia juga diperkirakan naik pada 2017. Pusat-pusat pertumbuhan utama untuk tahun depan akan tetap berada di India, Tiongkok, serta Amerika Serikat (AS).

Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin di Asia, disebabkan meningkatnya pengeboran dan penguatan nilai tukar dolar AS. Penguatan mata uang tersebut dipicu spekulasi The Federal Reserve bisa menaikkan suku bunga acuan bulan ini.

Sekitar dua tahun terakhir para produsen minyak mentah terpukul oleh kejatuhan harga. Penyebab harga rendah adalah kelebihan pasokan.

Harga minyak mentah dunia merosot dari sekitar US$ 100 per barel pada pertengahan 2014 menjadi di bawah US$ 30 per barel pada awal tahun ini. Para pialang sekarang memfokuskan perhatian pada pertemuan informal negara-negara OPEC dan anggota non-kartal Rusia di Aljazair bulan ini.

Sebagian produsen berharap pembicaraan akan bermuara pada kesepakatan pembekuan produksi, guna meningkatkan harga.

Namun para pejabat dari Rusia dan Arab Saudi selaku motor OPEC berupaya menepis kekhawatiran jelang pertemuan di Aljir.

Upaya yang sama pada April 2016 menemui kegagalan karena ketidakmauan Iran untuk ikut dalam perundingan. Iran ingin meningkatkan produksi karena pada Januari 2016 baru lepas dari sanksi-sanksi internasional terkait program nuklirnya.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon