ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Smelter Serap Investasi US$ 18 Miliar

Kamis, 2 Maret 2017 | 22:48 WIB
RK
B
Penulis: Rahajeng KH | Editor: B1
Ilustrasi Smelter
Ilustrasi Smelter (The Jakarta Globe/Yusuf Ahmad)

Jakarta – Sebanyak 32 proyek pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) menyerap total investasi sebesar US$ 18 miliar (Rp 240,39 triliun).

Proyek hilirisasi industri berbasis sumber daya alam tersebut mampu menyerap 28 ribu tenaga kerja langsung sebanyak 28 ribu orang, dan pembangunannya tersebar di 22 kabupaten/kota dan 11 provinsi di Indonesia.

"Kelanjutan dari 32 proyek tersebut, sebanyak 20 proyek sudah 100% rampung, sembilan proyek dalam tahap pembangunan, dan 3 proyek dalam tahap perencanaan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan, Kamis (2/3).

Dari jumlah smelter tersebut, lanjut Putu, terdapat 22 industri yang telah bergabung dengan Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I), dan 75%nya telah beroperasi secara komersial.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan, Kementerian Perindustrian memang tengah fokus melaksanakan program hilirisasi industri berbasis sumber daya alam sebagai upaya untuk memaksimalkan peningkatan nilai tambah di dalam negeri, sehingga mampu mendongkrak kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional. Kebijakan hilirisasi ini juga akan memperkuat daya saing dan struktur industri nasionalsekaligus menumbuhkan populasinya.

"Upaya ini dapat pula memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja dan penerimaan devisa negara," tegas dia.

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, di mana pemerintah memacuprogram hilirisasi melalui industri pengolahan dan pemurnian atau smelter.

"Smelter merupakan industri padat energi dan padat modal," ungkap Putu.

Putu optimistis, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri smelter berbasis logam karena termasuk dari 10 besar negara di dunia dengan cadangan bauksit, nikel, dan tembaga yang melimpah.

"Untuk pengembangan industri berbasis mineral logam khususnya pengolahan bahan baku bijih nikel, saat ini difokuskan di kawasan timur Indonesia," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

Pelemahan Rupiah Dinilai Mulai Tekan Harga Pangan hingga BBM

EKONOMI
Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Ekonom Sorot Risiko Peralihan setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

EKONOMI
Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

Perkuat Investasi di Indonesia lewat Pabrik Baru

MULTIMEDIA
Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

Pasokan Gas Industri Menipis sementara Energi Alternatif Mahal

EKONOMI
Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

Menperin Sarankan IKM Tingkatkan Kapasitas Produksi lewat KIPK

EKONOMI
Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

Industri Otomotif Jerman Krisis, 200.000 Pekerjaan Terancam Kena PHK

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon