Sektor IKTA Didorong Substitusi Produk Impor
Senin, 19 Februari 2018 | 20:16 WIBJakarta - Sektor industri kimia, tekstil dan aneka (IKTA) didorong mengisi pasar domestik dengan mensubstitusi produk impor. Sebab, saat ini, impor produk IKTA sangat tinggi.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mencontohkan, impor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mencapai Rp 150 triliun per tahun. Itu artinya, potensi pasar yang bisa digarap industri nasional sangat besar. Apalagi, utilisasi industri TPT masih rendah, sebesar 58%. Ini bisa ditingkatkan dengan mengharmonisasi tarif dan membatasi impor barang kiloan.
"Kalau mempermudah impor, bisa membuat industri dalam negeri tidak bersaing. Apalagi, impor dari Asean tidak kena PPN, tapi beli dari dalam negeri kena PPN. Jangan sampai kebijakan ini menjadi disinsentif bagi industri," kata Airlangga di Jakarta, Senin (19/2).
Dia menambahkan, industri TPT nasional kini bersaing ketat dengan Vietnam dan Bangladesh. Alhasil, industri membutuhkan energi yang kompetitif untuk mengerek daya saing dan menjaga minat investasi. Apalagi, dari struktur pembiayaan, Indonesia masih lebih mahal, begitu juga dengan biaya logistik.
"Tapi, kita punya pasar domestik yang besar. Investor dari mana-mana kalau mau investasi di Indonesia alasannya adalah pasar domestik besar, sehingga bisa menjadi basis supply chain," jelas Airlangga.
Selama ini, dia mencatat, sektor IKTA memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB). Pertumbuhan IKTA tahun ini diproyeksikan 3-4%, lebih besar dari 2017 sebesar 2,91%. Kemenperin mencatat, kontribusi sektor IKTA terhadap PDB nasional mencapai 4,54% pada 2017. Adapun subsektor penyumbang terbesar adalah industri bahan kimia dan barang kimia (1,25%), diikuti industri pakaian jadi (0,8%), industri barang galian bukan logam (0,66%), serta industri karet, barang karet, dan plastik (0,63%).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




