ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Harus Minta ASEAN Tindaklanjuti Komitmen Perlindungan Pekerja Migran

Minggu, 29 April 2018 | 20:40 WIB
SH
B
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: B1
Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo.
Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo. (istimewa)

Jakarta – Migrant Care meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pemimpin negara ASEAN lainnya untuk menindaklanjuti ASEAN Consensus on Protection and Promotion the Rights of Migrant Workers dalam merumuskan inovasi-inovasi ASEAN yang benar-benar dinikmati oleh buruh migran. "Hal ini sebagai bentuk apresiasi ASEAN terhadap kontribusi signifikan buruh migran di kawasan ASEAN yang telah memberi daya tahan ekonomi ASEAN," kata Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, kepada SP, Minggu (29/4).

Hal ini disampaikan Wahyu sehubungan dengan pada Sabtu (28/4), Presiden Jokowi menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN Summit) ke-32 di Singapura. Tema ASEAN Summit di tahun 2018 ini adalah Resilient and Innovative.

Menurut Wahyu, dalam konteks perlindungan hak-hak buruh migran di Asia Tenggara, tema tersebut harus kembali merujuk pada kontribusi signifikan buruh migran di Asia Tenggara yang telah memberi daya tahan ekonomi kawasan dari gejolak ekonomi global. Menurut laporan terbaru Bank Dunia yang berjudul, Migration and Remittances, Recent Developments and Outlook yang terbit 23 April 2018, kawasan ASEAN menyumbang secara signifikan volume remitansi regional Asia Timur dan Pasifik sebagai kawasan yang menyumbang remitansi terbesar di dunia (US$ 140 miliar) ketimbang kawasan regional di Asia dan benua lainnya.

Selain itu dari sepuluh besar penyumbang remitansi dunia, tiga diantaranya dari kawasan ASEAN, yaitu Philipina (US$ 33 miliar) Vietnam (US$ 14 miliar) dan Indonesia (US$ 9 miliar).

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu, kata dia, ASEAN harus mengembangkan inovasi-inovasi kebijakan untuk memudahkan buruh migran mendapatkan pekerjaan dan upah yang layak, terjamin perlindungannya serta dekat dengan akses keadilan. Selama ini, kelompok buruh migran, terutama mereka yang berada di sektor pekerja rumah tangga, perkebunan, konstruksi dan kelautan berada dalam kondisi yang rentan serta jauh dari akses keadilan.

Untuk hal tersebut, Migrant CARE mendesak kepada Presiden Jokowi dan pemimpin negara ASEAN lainnya untuk menindaklanjuti ASEAN Consensus on Protection and Promotion the Rights of Migrant Workers dalam merumuskan inovasi-inovasi ASEAN yang benar-benar dinikmati oleh buruh migran sebagai bentuk apresiasi ASEAN terhadap kontribusi signifikan buruh migran di kawasan ASEAN yang telah memberi daya tahan ekonomi ASEAN.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diplomasi Maung Prabowo Sukses Curi Perhatian Pejabat ASEAN

Diplomasi Maung Prabowo Sukses Curi Perhatian Pejabat ASEAN

INTERNASIONAL
KTT ASEAN 2026: RI Minta Thailand-Kamboja Berdamai Selesaikan Konflik

KTT ASEAN 2026: RI Minta Thailand-Kamboja Berdamai Selesaikan Konflik

INTERNASIONAL
Makin Waspada, KTT ASEAN Soroti Guncangan Ekonomi Imbas Perang AS-Iran

Makin Waspada, KTT ASEAN Soroti Guncangan Ekonomi Imbas Perang AS-Iran

INTERNASIONAL
Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

Menteri ESDM Bahlil Dorong Diversifikasi Energi di ASEAN

EKONOMI
Prabowo Tegaskan ASEAN Harus Jadi Zona Perdamaian Dunia

Prabowo Tegaskan ASEAN Harus Jadi Zona Perdamaian Dunia

EKONOMI
Prabowo Dorong Penguatan Ketahanan Pangan ASEAN

Prabowo Dorong Penguatan Ketahanan Pangan ASEAN

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon