ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RI Tawarkan 40 Kargo LNG yang Belum Terjual ke AS dan Jepang

Selasa, 5 Maret 2019 | 16:41 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Keberadaan FSRU Lampung sangat strategis karena mampu meningkatkan serapan LNG untuk domestik dan juga mengurangi ekspor LNG, sehingga meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam bagi perekonomian nasional.
Keberadaan FSRU Lampung sangat strategis karena mampu meningkatkan serapan LNG untuk domestik dan juga mengurangi ekspor LNG, sehingga meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam bagi perekonomian nasional. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia menawarkan 40 kargo gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang belum terjual kepada Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

"Kami masih memiliki kargo LNG yang belum terkontrak. Kalau ada delegasi sekalian yang berminat, kami tawarkan," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Susilo di depan delegasi Amerika Serikat dan Jepang dalam lokakarya optimalisasi LNG di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Saat ini kata Djoko Susilo, pemerintah tengah mencari pembeli LNG mengingat kebutuhan dalam negeri tidak mampu menyerap produksi yang dihasilkan, sehingga berlebih.

Kelebihan pasokan di antaranya berasal dari LNG Tangguh dan LNG Bontang. Selama ini Indonesia mengekspor LNG ke lima negara yaitu Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok, Korea Selatan, dan Singapura. Langkah terdekat, pemerintah berencana menjual kelebihan LNG ke pasar bebas (spot) sebanyak 10 kargo LNG hingga Juni mendatang. Sisa dari 10 kargo LNG tersebut merupakan kelebihan produksi 2018.

ADVERTISEMENT

Tahun ini produksi LNG dari Bontang dan Tangguh mencapai 252 kargo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 185 kargo akan diekspor sesuai kontrak yang sudah tersepakati. Sisanya akan dipergunakan untuk pemenuhan dalam negeri.

Indonesia, kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Djoko Siswanto, masih memiliki cadangan gas alam sebesar 135,55 trilion standard cubic feet (TSCF) di seluruh nusantara. "Potensi LNG di Indonesia masih banyak sehingga perlu kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengolah potensi tersebut, salah satunya mendatangkan investor," kata Djoko Siswanto.

Dari beberapa total cadangan gas tersebut, cadangan terbukti memiliki angka sebesar 99,06 TSCF, dan cadangan potensi sebesar 21,26 TSCF dan cadangan harapan sebanyak 18,23 TSCF.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perkuat Fundamental Bisnis dan Infrastruktur, PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% Sepanjang 2025

Perkuat Fundamental Bisnis dan Infrastruktur, PGN Catat Pertumbuhan Pendapatan 5% Sepanjang 2025

EKONOMI
Bahlil Minta Proyek LNG Masela Beroperasi sebelum Pilpres

Bahlil Minta Proyek LNG Masela Beroperasi sebelum Pilpres

EKONOMI
Bahlil Pastikan Stok LNG Aman hingga Semester I 2026

Bahlil Pastikan Stok LNG Aman hingga Semester I 2026

EKONOMI
Pindah Haluan, Shell Bakal Fokus LNG 10 Tahun ke Depan

Pindah Haluan, Shell Bakal Fokus LNG 10 Tahun ke Depan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon