Kiprah Pelaku Industri di Konferensi BizX 2019
Jumat, 13 September 2019 | 15:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - ActionCoach Jakarta kembali menggelar workshop bisnis global BizX 2019 dengan tema Break Your Limits and Scale Up Your Business. Adapun fokus workshop kali ini adalah tiga hal yakni, marketing, sales, dan customer service.
Managing Partner & Executive Coach dari Action Coach, Prijono Nugroho, mengatakan tujuan dari workshop ini adalah untuk memberikan para peserta suatu pencerahan bagaimana cara membuat tim yang baik dalam mengembangkan usahanya dan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang berkualitas. Ia mengatakan peserta dari workshop ini adalah pemilik perusahaan, decision maker perusahaan kalangan profesional bisnis.
"Tujuannya, agar mereka bisa memiliki tim yang lebih baik sehingga bisa ciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik dan berkarakter. Dengan pelatihan yang baik maka hasilnya juga akan lebih baik. Kita mengundang narasumber yang sukses dan sesuai dengan tema kita," ujar dia di sela-sela workshop, di Jakarta, Kamis (12/9/2019).
Prijono menerangkan, pada Desember 2019 nanti pihaknya akan kembali menggelar workshop yang mengangkat tema people development dengan menghadirkan pembicara yang kuat di bidangnya. "Mereka datang tidak hanya dari klien kami. Kita mengajak perusahaan melakukan kebaikan bersama melalui praktik-praktik bisnis yang menjunjung etika," ucap dia.
Prijono mengatakan, pihaknya telah membantu sejumlah institusi bisnis dan lembaga meningkatkan kapasitas bisnisnya melalui berbagai aktivitas consulting. Beberapa klien yang mereka tangani diantaranya Telkom dan anak usahanya, Garuda Maintenance Facility (GMF), Bank Mandiri, Sarinah, Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan sejumlah startup.
Partner & Executive Coach, ActionCoach Jakarta, Marvin Suwarso, menerangkan pada setiap workshop yang digelar, pihaknya menargetkan kalangan CEO dan para pemimpin bisnis yang menginginkan pencerahan tentang strategi ciptakan lingkungan kerja yang lebih baik di perusahaannya.
"Workshop ini merupakan bagian dari scale up series untuk dorong perusahaan bisa tumbuh secara eksponensial mengacu pada 5 disiplin, strategi, business development, SDM, business decision dan mission," jelas dia.
CEO MPM Finance Johny Kandano, yang menjadi pembicara menerangkan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas perusahaan adalah dengen memperbaiki sumber daya manusia (SDM) perusahaan dan selalu beradaptasi dengan perkembangan pasar. "Nokia yang dulu raja smartphone dunia bangkrut karena tidak beradaptasi dengan perkembangan pasar," ucap dia.
Johny menerangkan, perbaikan SDM yang dia lakukan adalah dengan menyingkirkan karyawan yang terbukti melakukan fraud yang bisa merusak citra dan bisnis. Praktik-praktik bisnis pun diupayakan disiplin pada regulasi OJK.
"Saya mengevaluasi setiap karyawan. Ada yang terbukti minta 'uang rokok' saya pecat. Kita juga tunduk dengan regulasi OJK. Saya juga meminta para karyawan untuk mengeluarkan unek-unek yang mengganjal. Saya ingin komunikasi 2 arah. Itu bagus buat perusahaan," ujarnya.
Johny menerangkan, perusahaan juga mengupayakan agar setiap karyawan di MPM Finance memiliki sense of ownership and responsibility. Dia meyakini, jika ada peningkatan sedikit saja rasa tanggung jawab dan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan, kinerja bisnis perusahaan secara akumulatif juga akan melompat tinggi. Bahkan, pihaknya memberikan bonus Rp 5 juta kepada karyawan yang mampu memberikan ide soal pengembangan perusahaan dan bisa diimplementasikan.
"Hasilnya, pendapatan kita naik 3 kali lipat karena booking naik. Kami kini masuk dalam top finance company. Kita jadi authorized finance untuk (mobil) Daihatsu. Kita juga masuk ke Honda dan Suzuki," ujar dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




