Ustaz Maaher Dimakamkan di Area Ponpes Daqu Milik Yusuf Mansyur
Selasa, 9 Februari 2021 | 17:39 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Jenazah ustaz Maaher dimakamkan di Pesantren Tahfidz Daarul Quran (Daqu), Cipondoh Tangerang pada Selasa (9/2/2021) pagi. Adapun alasan pemakaman tersebut dilakukan di pesantren milik ustaz Yusuf Mansyur setelah terlebih dahulu keluarga almarhum bermusyawarah.
"Saya beserta keluarga almarhum Ustaz Maaher bermusyawarah semalam dan saya kebenaran kenal dekat dengan ustaz Yusuf Mansur. Saya izin untuk bisa memakamkan beliau di Daqu karena mengingat ustaz Yusuf Mansur cinta kepada semua ulama. Saya berpikir bahwa kalau almarhum ustaz Maaher di makamkan di sana, setiap hari akan terus dibacakan quran dari santri Daqu yang memang setiap hari membaca dan menghafal alquran," ungkap Tim kuasa hukum ustaz Maaher, Novel Bamukmin saat pemakaman di Pesantren Daqu, Cipondoh, Tangerang, Selasa (9/2/2021).
Ditambahkan Novel, keluarga dan umat Islam mengucapkan rasa terima kasih atas izin dari ustaz Yusuf Mansyur dan keluarga besar Pesantren Tahfidz Daqu yang mengizinkan ustaz Maaher dimakamkan di areal pesantren tersebut. Apalagi makam ustaz Maher bersebelahan dengan makam Syekh Ali Jaber yang meninggal Januari 2021 lalu.
"Alhamdulillah ustaz Yusuf Mansur bersedia dengan sangat menerima dan justru menjadi jalan yang baik bagi keluarga serta syiar Islam. Keluarga sendiri mengucapkan rasa terima kasih atas tempat yang beliau sediakan," lanjutnya.
Sementara itu, Ustaz Yusuf Mansyur saat dihubungi sejumlah media terkait pemakaman Ustaz Yusuf Mansyur di Pesantrennya menyatakan permintaan pemakaman di pesantren miliknya itu bukan berasal dari dirinya.
"Bukan atas permintaan saya ustaz Maheer dimakamin di Daqu. Jadi semalam dihubungi pihak keluarga dan minta almarhum dimakamkan di Daqu dan dengan senang hati kami menerimanya," tandas Yusuf Mansyur.
Ustaz Maaher dimakamkan pukul 10.00 WIB setelah meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri. Ustaz Maaher ditangkap atas laporan seseorang bernama Husin Shahab dalam kasus ujaran kebencian terhadap Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




