Setahun, Jasa Marga Ditaksir Raih Rp204 Miliar dari Suramadu
Selasa, 16 Oktober 2012 | 18:11 WIB
Rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut adalah sebesar 10-15 persen per tahun
PT Jasa Marga Tbk ditaksir meraih pendapatan sebesar Rp180-204 miliar per tahun dari pengoperasian jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.
Kepala Gerbang Jembatan Tol Suramadu, Suharyono mengungkapkan, rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut adalah sebesar 10-15 persen per tahun. Adapun hingga saat ini, kendaraan yang melintas mencapai 42.000 unit, dari sebelumnya 35.000-36.000 unit di awal pengoperasian tahun 2009.
"Dari jumlah itu, 70 persen adalah kendaraan roda dua," papar Suharyono di Surabaya, hari ini.
Tarif tol jembatan Suramadu saat untuk golongan I-V berkisar Rp30.000 sampai Rp90.000. Sedangkan kendaraan roda dua dipatok sebesar Rp3.000. Tarif ini sejak awal dioperasikan tiga tahun lalu belum dinaikkan, karena jembatan ini dimiliki pemerintah, bukan badan usaha jalan tol. "Kenaikan tarif ini tergantung pemerintah," ucapnya pula.
Adapun target pendapatan dari operasionalisasi jembatan ini, menurut Suharyono pula, ditetapkan sebesar Rp14-15 miliar per bulan atau setara Rp168-180 miliar per tahun. Sedangkan rata-rata pendapatan tiap hari mencapai Rp500 juta. Namun, realisasi pendapatan dari jembatan jumlah bisa mencapai Rp17 miliar per bulan atau sekitar Rp204 miliar per tahun.
"Bahkan selama bulan puasa hingga hari raya Idul Fitri, pendapatan per bulannya bisa mencapai Rp18 miliar," terang Suharyono.
Sementara itu, Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, Wasta Gunadi menerangkan, pihaknya telah mengoperasikan jembatan Suramadu sejak Juni 2009 sampai April 2011 setelah mengalami perpanjangan waktu enam bulan. Seharusnya masa operasi Jasa Marga di Suramadu berakhir 18 Desember 2010. Sejak April 2011 hingga kini, Jasa Marga mendapat tugas untuk meneruskan operasi tol Suramadu sampai enam tahun ke depan.
Wasta menambahkan, Jasa Marga sebelumnya pernah mengoperasikan jembatan tol Jamuna di Bangladesh yang memiliki karakter mirip Suramadu. Panjang jembatan tersebut mencapai lima kilometer. "Kami operasikan jembatan tersebut selama lima tahun, sejak 2003 sampai 2008," paparnya.
PT Jasa Marga Tbk ditaksir meraih pendapatan sebesar Rp180-204 miliar per tahun dari pengoperasian jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). Jumlah ini diperkirakan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut.
Kepala Gerbang Jembatan Tol Suramadu, Suharyono mengungkapkan, rata-rata pertumbuhan jumlah kendaraan yang melintas di jembatan tersebut adalah sebesar 10-15 persen per tahun. Adapun hingga saat ini, kendaraan yang melintas mencapai 42.000 unit, dari sebelumnya 35.000-36.000 unit di awal pengoperasian tahun 2009.
"Dari jumlah itu, 70 persen adalah kendaraan roda dua," papar Suharyono di Surabaya, hari ini.
Tarif tol jembatan Suramadu saat untuk golongan I-V berkisar Rp30.000 sampai Rp90.000. Sedangkan kendaraan roda dua dipatok sebesar Rp3.000. Tarif ini sejak awal dioperasikan tiga tahun lalu belum dinaikkan, karena jembatan ini dimiliki pemerintah, bukan badan usaha jalan tol. "Kenaikan tarif ini tergantung pemerintah," ucapnya pula.
Adapun target pendapatan dari operasionalisasi jembatan ini, menurut Suharyono pula, ditetapkan sebesar Rp14-15 miliar per bulan atau setara Rp168-180 miliar per tahun. Sedangkan rata-rata pendapatan tiap hari mencapai Rp500 juta. Namun, realisasi pendapatan dari jembatan jumlah bisa mencapai Rp17 miliar per bulan atau sekitar Rp204 miliar per tahun.
"Bahkan selama bulan puasa hingga hari raya Idul Fitri, pendapatan per bulannya bisa mencapai Rp18 miliar," terang Suharyono.
Sementara itu, Kepala Bagian Komunikasi Perusahaan PT Jasa Marga Tbk, Wasta Gunadi menerangkan, pihaknya telah mengoperasikan jembatan Suramadu sejak Juni 2009 sampai April 2011 setelah mengalami perpanjangan waktu enam bulan. Seharusnya masa operasi Jasa Marga di Suramadu berakhir 18 Desember 2010. Sejak April 2011 hingga kini, Jasa Marga mendapat tugas untuk meneruskan operasi tol Suramadu sampai enam tahun ke depan.
Wasta menambahkan, Jasa Marga sebelumnya pernah mengoperasikan jembatan tol Jamuna di Bangladesh yang memiliki karakter mirip Suramadu. Panjang jembatan tersebut mencapai lima kilometer. "Kami operasikan jembatan tersebut selama lima tahun, sejak 2003 sampai 2008," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




