Terdampak Pandemi, Anggaran Kemhub 2022 Terpangkas Jadi Rp 32,9 Triliun
Rabu, 2 Juni 2021 | 19:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pagu anggaran indikatif Kementerian Perhubungan (Kemhub) pada 2022 turun 20,35% atau selisih Rp 8 triliun menjadi sebesar Rp 32,93 triliun bila dibanding dengan pagu 2021 sebesar Rp 41,3 triliun. Penurunan anggaran Kemhub diakibatkan oleh pandemi Covid-19 yang memberikan tekanan berat pada ruang fiskal negara.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Covid-19 telah memberikan tekanan berat kepada perekonomian nasional, sehingga dalam 2 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi 2% pada triwulan keempat 2020 dan 0,7% di triwulan pertama 2021. "Insyallah, di triwulan berikutnya akan terjadi kenaikan," ucap Budi dalam rapat kerja bersama Anggota Komisi V DPR RI, Rabu (2/6).
Dia mengatakan, pandemi Covid-19 juga berimbas pada ruang fiskal negara yang turun lantaran tergerusnya pendapatan. Ditambah lagi, kebutuhan untuk relawan Covid-19 sampai vaksisnasi juga cukup besar sehingga perlu efisiensi anggaran pemerintah.
Menindaklanjuti hal itu, kata Budi, Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pandemi Covid-19 dijadikan sebagai momentum untuk berbenah dan melakukan transformasi anggaran serta fokus pada program dan kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. "Maka, rencana kerja Kemhub pada 2022 juga mengacu pada tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dengan tujuh prioritas nasional," tambahnya.
Budi menerangkan, anggaran Kemhub fokus untuk mendukung program pemerintah yakni memperkuat infrastruktur guna mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.
Di samping itu, berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024, pada 2022 Kemhub juga memperoleh amanat untuk melaksanakan lima major project yaitu pengembangan jaringan pelabuhan utama terpadu, penyelesaian kereta api Makasar-Pare-Pare, pembangunan kereta api cepat Jakarta-Semarang dan Jakarta-Bandung, pengembangan angkutan massal di perkotaan di enam kota metropolitan, dan jembatan udara di Papua di 37 rute.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menambahkan, pagu indikatif Kemhub pada 2022 senilai Rp 32,93 triliun akan digunakan untuk mendukung pencapaian target prioritas nasional di bidang infrastruktur konektivitas, program pelatihan vokasi, program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta program untuk dukungan manajemen.
Adapun beberapa target Kemhub lainnya pada 2022 yaitu pembangunan tahap awal dan penyelesaian jalur kereta api sepanjang 267, 45 km. Kemudian, pembangunan pelabuhan baru sebanyak dua lokasi, penyelesaian pembangunan pelabuhan nonkomersil di 23 lokasi, rehabilitasi fasilitas pelabuhan di 22 lokasi, dan pembangunan bandar baru di 9 lokasi.
Di luar itu, ada pula isu strategis di antaranya program infrastruktur berbasis masyarakat dan program padat karya tunai yang akan lebih ditingkatkan untuk pemulihan ekonomi nasional. Lalu, penundaan penyelesaian sebagai akibat dari perubahan single years contract (SYC) menjadi multiyears contract, dan pembayaran tunggakan yang berpotensi menjadi beban anggaran pada 2022.
Selanjutnya, pembangunan dan rehabilitasi pelabuhan ASDP, revitalisasi atau rehabilitasi terminal penumpang, dan subsidi angkutan perkotaan. Termasuk membangun dan meningkatkan jalur dan fasilitas operasi kereta api, penyediaan subsidi perintis kereta api, perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara.
Lebih jauh, penyelenggaraan angkutan tol laut, pembangunan pelabuhan baru dan lanjutan, penyelesaian pembangunan pelabuhan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan, pembangunan dan rehabilitasi sarana bantu navigasi dan sarana pelayaran, menara suar, rambu suar, pelampung suar dan pembangunan kapal patroli.
Terakhir adalah membangun dan merekonstruksi bandar udara, menyelenggarakan layanan jembatan udara dan keperintisan udara, melaksanakan penelitian terkait konektivitas transportasi layanan dan inovasi sektor transportasi, serta kajian sistem transportasi ibu kota negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




