ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kadin Tindaklanjuti Kerja Sama 3 Sektor Ini dengan Korea

Minggu, 31 Juli 2022 | 07:42 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com- Delegasi B20 Indonesia bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan menindaklanjuti kerja sama tiga sektor startegis dengan Korea Selatan (Korsel) setelah melakukan kunjungan ke Negeri Ginseng itu pada Kamis (28/7/2022). Lawatan ini merupakan lanjutan misi promosi Presidensi B20-G20 Indonesia sekaligus menjalin kemitraan ekonomi dan kerja sama bisnis dengan investor dari Korea Selatan.

Delegasi B20 dan Kadin Indonesia yang difasilitasi KBRI Korea Selatan membahas peluang kemitraan ekonomi, investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan. Hadir Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Ahn Duk Geun, perwakilan sejumlah sektor bisnis, representatif Korean Chamber of Commerce and Industry (KCCI), perwakilan Federation of Korean Industries (FKI), Korea Institute for Industrial Economics and Trade (KIET), hingga Korea International Trade Association (KITA). Sedangkan delegasi Indonesia dihadiri Chair of B20 Indonesia Shinta Kamdani dan Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Pertemuan ini juga dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca Juga: Korsel Bakal Investasi Mobil Listrik, Lawatan Jokowi Dipuji

Shinta Kamdani mengatakan terdapat tiga isu atau sektor prioritas yang menjadi peluang kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan yang sejalan dengan agenda Presidensi G20-B20. "Pertama, transisi energi berkelanjutan, mengingat Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia yang telah mengambil langkah maju dalam pembangunan infrastruktur energi bersih, baru dan terbarukan melalui pemanfaatan teknologi hijau dalam efisiensi konsumsi energi untuk pengurangan emisi rumah kaca," kata Shinta dalam keterangan tertulisnya Minggu (31/7/2022).

ADVERTISEMENT

Pemerintah Korea Selatan juga mengembangkan alternatif baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui green technology dan energi terbarukan. Sedangkan Indonesia yang telah memiliki komitmen net zero emission. Dengan potensi sumber daya terbarukan sebesar 400 GW, Indonesia baru memanfaatkan sebesar 10 GW.

Kedua, potensi kerja sama kendaraan listrik. Korea Selatan telah berinvestasi untuk pengembangan electric vehicle melalui perusahaan Hyundai di Indonesia. "Ini menjadi peluang Indonesia dalam mengembangkan ekosistem end-to end, mulai produksi, baterai grade nikel hingga pembangunan infrastruktur pengisian daya," kata dia.

Ketiga, sektor digital untuk mendorong percepatan penggunaan teknologi dan digitalisasi oleh UMKM. Melalui kerja sama transfer teknologi serta investasi infrastruktur konektivitas bersama Korea Selatan, peluang UMKM Indonesia untuk masuk pasar Korea Selatan juga akan terbuka lebih besar.

Sementara Arsjad Rasjid mengatakan sebagai penyelenggara Presidensi B20, Kadin mendorong potensi kerja sama dengan pelaku usaha Korea Selatan.

Hubungan kemitraan ekonomi Indonesia dan Korea Selatan sudah lama terjalin dengan baik. Hal tersebut didukung perjanjian ekonomi bilateral Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang diharapkan dapat selesai pada Agustus 2022. "Indonesia juga terus berupaya untuk meningkatkan iklim investasi dan kemudahan berusaha di Indonesia melalui pengesahan UU Cipta Kerja," ujar Arsjad.

Baca Juga: Menlu: Neraca Perdagangan RI-Korsel Surplus 500 Juta Dolar

Penandatanganan IK-CEPA yang diperkuat dengan Omnibus Law, telah menghasilkan peningkatan signifikan sebesar hampir 40% bagi perdagangan kedua negara hingga menyentuh angka US$ 18,4 miliar pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, serta ditargetkan mencapai US$ 20 miliar pada tahun 2022.

Arsjad mengatakan, Presidensi B20-G20 Indonesia berkomitmen mendorong penerapan prinsip perdagangan multilateral yang terbuka, adil, dan menguntungkan semua pihak.

Korea Selatan memiliki peranan strategis sebagai mitra kerja sama investasi sekaligus mitra dagang Indonesia. Realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia terus meningkat, dari angka US$ 1,2 miliar pada 2019 menjadi US$ 1,84 miliar di tahun berikutnya. Korea Selatan juga merupakan mitra dagang Indonesia terbesar ke-8.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bertarung Ketat, Jafar/Felisha Tersingkir dari BAC 2026

Bertarung Ketat, Jafar/Felisha Tersingkir dari BAC 2026

SPORT
Kolaborasi Indonesia-Korea, UNWO dan Al Irsyad Bantu Anak Yatim

Kolaborasi Indonesia-Korea, UNWO dan Al Irsyad Bantu Anak Yatim

NASIONAL
Di Depan PBB, Korut Tegaskan Tak Akan Hentikan Senjata Nuklir

Di Depan PBB, Korut Tegaskan Tak Akan Hentikan Senjata Nuklir

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon