IK CEPA Kurangi Ketergantungan Ekspor RI ke Tiongkok dan AS
Rabu, 28 September 2022 | 18:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Korea (IK CEPA) diharapkan mampu mendongkrak nilai perdagangan dan investasi bagi kedua negara di tengah ancaman resesi global. Pasalnya, perjanjian ini menciptakan peluang-peluang baru melalui jaminan rantai pasok, merangsang pertumbuhan industri, dan melahirkan konsep ekonomi berkelanjutan.
Ekonom Korea Institute for Industrial Economics and Trade (KIET), Shin Yoonsung mengatakan pandemi COVID-19, perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, dan konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina memicu resesi ekonomi global.
Gangguan rantai pasok dan kenaikan harga komoditas terutama di sektor energi dan pertanian berdampak kepada tingkat pertumbuhan inflasi di banyak negara, tak terkecuali Indonesia. Kenaikan inflasi yang tinggi berpotensi memicu pelemahan pertumbuhan ekonomi karena penurunan daya beli dan investasi.
"IK CEPA mampu memitigasi risiko perlambatan ekonomi melalui pertumbuhan ekspor impor dan investasi," ujar Shin Yoonsung dalam acara Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022 (28/9/2022).
The Korea Trade Investment Promotion Agency (Kotra), Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, dan Kadin menyelenggarakan 'Indonesia-Korea Future Industry Business Plaza 2022' di Hotel Fairmont, Jakarta. Rabu (28/9/2022).
Kegiatan tersebut mencakup beberapa acara yakni Forum Kerja Sama Industri Masa Depan antara Indonesia dan Korea, pameran bisnis, dan pertemuan one on one meeting. Lebih dari 300 orang dari Indonesia dan Korea Selatan akan hadir.
Baca Juga: Sambut IK CEPA, Kotra Gelar Forum Bisnis Indonesia-Korea Selatan
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




