WHO Sebut Israel Perintahkan Pengosongan Gudang Bantuan Medis di Gaza Selatan
Selasa, 5 Desember 2023 | 17:39 WIB
Jenewa, Beritasatu.com – Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (4/12/2023) mengungkapkan, pihaknya telah mendapat pemberitahuan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) untuk mengosongkan pasokan gudang bantuan medis di Gaza selatan dalam waktu 24 lam.
"Hari ini, WHO menerima pemberitahuan dari Pasukan Pertahanan Israel bahwa kami harus memindahkan pasokan kami dari gudang medis kami di Gaza selatan dalam waktu 24 jam, karena operasi darat akan membuatnya tidak dapat digunakan lagi. Kami mengimbau Israel untuk mencabut perintah tersebut, dan mengambil segala tindakan yang mungkin untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk rumah sakit dan fasilitas kemanusiaan,” tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus di X (sebelumnya Twitter).
Penjelasan WHO tersebut dibantah Israel pada Selasa (5/12/2023). “Sebenarnya kami tidak meminta Anda untuk mengevakuasi gudang dan kami juga telah menjelaskannya (dan secara tertulis) kepada perwakilan #PBB yang relevan,” kata unit di Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil Palestina, COGAT.
Diketahui, pasukan Israel kembali membombardir wilayah Gaza, setelah berakhirnya gencatan senjata selama tujuh hari dengan milisi Hamas. Pasukan Israel pada Senin mengerahkan puluhan tank ke Gaza selatan sebagai bagian dari perluasan tindakan terhadap Hamas.
WHO mengatakan, akibat serangan tanpa pandang bulu Israel, jumlah rumah sakit yang beroperasi di Gaza telah berkurang dari 36 menjadi tinggal 18 dalam waktu kurang dari 60 hari. Menurut WHO, dari jumlah pusat medis yang tersisa, sebanyak tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar saja, dan yang lainnya menawarkan layanan parsial.
Ada 12 rumah sakit masih tetap beroperasi di bagian selatan Jalur Gaza.
Pada konferensi pers Senin, direktur regional WHO untuk Mediterania timur, Ahmed al-Mandhari mengatakan, serangan darat militer Israel di Gaza selatan berisiko membuat ribuan orang kehilangan layanan kesehatan. “Kami melihat apa yang terjadi di utara Gaza. Ini tidak bisa dijadikan contoh bagi wilayah selatan,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




