ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apa Itu Senjata Termal yang Diduga Dipakai Israel? Ini Penjelasannya

Senin, 16 Februari 2026 | 15:15 WIB
KU
MF
Penulis: Khansa Aprita Utami | Editor: MF
Dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik oleh Israel di Jalur Gaza memicu perdebatan global.
Dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik oleh Israel di Jalur Gaza memicu perdebatan global. (AP Photo/Jehad Alshrafi)

Jakarta, Beritasatu.com - Penggunaan senjata termal oleh Israel dalam konflik di Jalur Gaza memicu perdebatan luas pada tingkat internasional. Laporan investigasi sejumlah media mengungkap dugaan pemakaian amunisi bersuhu sangat tinggi yang disebut mampu menghancurkan tubuh manusia hingga nyaris tak menyisakan jejak.

Sejak Oktober 2023, agresi militer di Gaza dilaporkan telah menewaskan sekitar 72.000 warga Palestina. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.000 korban diduga tewas akibat serangan senjata termal atau termobarik, dengan kondisi jasad yang tidak lagi dapat ditemukan secara utuh.

Fakta inilah yang kemudian mendorong investigasi lebih lanjut dan memunculkan pertanyaan besar mengenai jenis persenjataan yang digunakan serta dampaknya terhadap warga sipil.

Laporan Investigasi dan Kesaksian Warga Gaza

Dalam laporan investigasi berjudul The Rest of the Story, Al Jazeera Arabic memaparkan bahwa ribuan warga Palestina diduga "menghilang" sejak konflik memanas pada Oktober 2023. Fenomena ini dikaitkan dengan penggunaan amunisi bersuhu ekstrem yang mampu menghanguskan jaringan tubuh hanya dalam hitungan detik.

ADVERTISEMENT

Tim Pertahanan Sipil Gaza mendokumentasikan sedikitnya 2.842 kasus warga yang dinyatakan lenyap. Metode pendataan dilakukan dengan mencocokkan jumlah penghuni bangunan sebelum serangan dengan jumlah jasad yang berhasil ditemukan di lokasi.

Apabila terdapat selisih dan pencarian menyeluruh hanya menemukan percikan darah atau fragmen jaringan kecil, korban tersebut dicatat sebagai hilang tanpa sisa jasad utuh.

Salah satu kesaksian datang dari Yasmin Mahani, seorang ibu yang tinggal di Gaza City. Pada dini hari 10 Agustus 2024, ia menyusuri reruntuhan sekolah Al Tabin yang masih berasap setelah digempur. Ia mencari suami dan putranya yang berada di lokasi saat serangan terjadi.

Mahani berhasil menemukan suaminya dalam keadaan hidup dan berteriak meminta pertolongan. Namun, putranya, Saad, tidak ditemukan. Ia telah mencari ke rumah sakit hingga pemakaman, tetapi tidak menemukan jasad maupun tanda keberadaan anaknya.

"Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan," ujarnya, dikutip Beritasatu.com dari laporan Al Jazeera, Senin (16/2/2026).

Kesaksian ini memperkuat dugaan bahwa sebagian korban tewas dalam kondisi tubuh yang hancur ekstrem akibat paparan panas dan tekanan tinggi.

Apa Itu Senjata Termal atau Termobarik?

Senjata termobarik, yang juga dikenal sebagai fuel-air explosive atau bom vakum, merupakan amunisi konvensional yang dirancang menghasilkan dua efek utama sekaligus, yakni panas sangat tinggi dan gelombang tekanan berkepanjangan. Istilah "termobarik" berasal dari kata thermo (panas) dan baric (tekanan).

Berbeda dengan bahan peledak konvensional yang membawa oksidator di dalamnya, senjata ini bekerja dalam dua tahap. Pertama, awan bahan bakar berupa gas, aerosol, atau partikel halus dilepaskan ke udara.

Awan tersebut kemudian bercampur dengan oksigen di atmosfer. Pada tahap kedua, campuran itu dinyalakan sehingga memicu bola api besar disertai tekanan luar biasa.

Ledakan yang dihasilkan disebut dapat mencapai suhu antara 2.500 hingga 3.500 derajat celsius. Selain menghasilkan panas ekstrem, senjata termal ini juga menciptakan gelombang tekanan yang bertahan lebih lama dibandingkan bom biasa serta mampu menembus ruang tertutup seperti bangunan, bunker, maupun terowongan.

Karakteristik inilah yang membuat dampaknya sangat mematikan, terutama di kawasan padat penduduk atau di dalam ruangan.

Dampak Biologis dan Forensik

Secara medis dan forensik, istilah "menguap" bukanlah terminologi yang tepat untuk menggambarkan kondisi korban. Proses yang lebih akurat adalah insinerasi (pembakaran), fragmentasi, atau obliterasi akibat kombinasi panas ekstrem, tekanan tinggi, dan oksidasi cepat.

Tubuh manusia yang sebagian besar terdiri atas air akan bereaksi sangat cepat ketika terpapar suhu ribuan derajat Celsius. Cairan tubuh dapat mendidih seketika, jaringan lunak terbakar, dan struktur biologis terurai dalam waktu singkat. Selain luka bakar berat, efek lain yang dapat ditimbulkan meliputi:

  • Trauma paru akibat gelombang tekanan (barotrauma).
  • Kerusakan organ dalam.
  • Cedera akibat serpihan.
  • Trauma benturan karena terpental ledakan.
  • Paparan asap beracun.

Kombinasi efek tersebut dinilai sangat destruktif, terutama dalam ruang tertutup yang memperkuat tekanan ledakan.

Jenis Amunisi yang Disebut dalam Laporan

Investigasi tersebut juga mengidentifikasi sejumlah amunisi buatan Amerika Serikat yang diduga digunakan dalam konflik.

1. MK-84

Bom seberat sekitar 900 kilogram ini dapat diisi campuran tritonal, yaitu kombinasi TNT dan bubuk aluminium. Suhu ledakannya disebut mampu mencapai sekitar 3.500 derajat Celsius.

2. BLU-109 Bunker Buster

Amunisi ini memiliki selubung baja tebal dan sekering tunda, sehingga dapat menembus struktur sebelum meledak. Efeknya di ruang tertutup dinilai sangat merusak.

3. GBU-39 Glide Bomb

Bom berpemandu presisi ini dirancang agar struktur bangunan relatif tetap berdiri, tetapi bagian dalamnya hancur akibat kombinasi tekanan dan panas. Fragmen sayap GBU-39 dilaporkan ditemukan di sejumlah lokasi yang jasad korbannya tidak ditemukan secara utuh.

Keberadaan serpihan tersebut menjadi salah satu indikasi teknis dalam analisis lapangan.

Senjata Insendiari dan Fosfor Putih

Selain senjata termal dan termobarik, laporan juga menyinggung penggunaan senjata insendiari. Jenis amunisi ini dirancang untuk membakar objek atau menyebabkan luka bakar melalui reaksi kimia.

Contohnya meliputi napalm, termit, dan fosfor putih. Fosfor putih akan menyala saat bersentuhan dengan oksigen dan terus terbakar hingga zat tersebut habis atau kekurangan udara.

Kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan luka bakar berat yang sulit ditangani serta berpotensi menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Penggunaan senjata insendiari diatur dalam Protokol III Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW), yang melarang penargetan warga sipil atau objek sipil dalam kondisi apa pun.

Apakah Senjata Termobarik Dilarang?

Secara hukum internasional, senjata termobarik tidak secara eksplisit dilarang. Namun, penggunaannya harus mematuhi prinsip hukum humaniter internasional. Dua prinsip utama yang relevan adalah:

  • Prinsip distingsi, yaitu kewajiban membedakan antara kombatan dan warga sipil.
  • Prinsip proporsionalitas, yang melarang serangan dengan korban sipil berlebihan dibandingkan keuntungan militer yang diharapkan.

Organisasi hak asasi manusia menilai bahwa penggunaan senjata dengan daya hancur luas di kawasan padat penduduk berisiko tinggi melanggar kedua prinsip tersebut.

Dalam konteks konflik Gaza, isu ini juga berkaitan dengan proses hukum di tingkat internasional. Pada Januari 2024, Mahkamah Internasional (International Court of Justice) mengeluarkan langkah sementara terkait dugaan pelanggaran Konvensi Genosida.

Selain itu, pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) dilaporkan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Salah satu tantangan utama dalam dugaan penggunaan senjata bersuhu tinggi adalah hancurnya bukti fisik. Ketika tubuh korban terbakar atau terfragmentasi secara ekstrem, proses identifikasi forensik menjadi jauh lebih sulit.

Kondisi ini berdampak pada pendataan korban, penentuan penyebab kematian, serta proses pertanggungjawaban hukum. Dengan jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai lebih dari 72.000 orang dan ratusan ribu lainnya terluka, perdebatan mengenai metode perang dan dampaknya terhadap warga sipil semakin menguat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

RI Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil

RI Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil

INTERNASIONAL
Nyatakan Dukung Penuh Israel, Floyd Mayweather Banjir Kecaman

Nyatakan Dukung Penuh Israel, Floyd Mayweather Banjir Kecaman

SPORT
Serangan Udara Israel Kembali Sasar Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Serangan Udara Israel Kembali Sasar Gaza di Tengah Gencatan Senjata

INTERNASIONAL
9.500 Warga Gaza Masih Hilang meski Gencatan Senjata Berlaku

9.500 Warga Gaza Masih Hilang meski Gencatan Senjata Berlaku

INTERNASIONAL
Apa Itu Hak Veto AS yang Gagalkan Gencatan Senjata Permanen di Gaza?

Apa Itu Hak Veto AS yang Gagalkan Gencatan Senjata Permanen di Gaza?

INTERNASIONAL
PBB Cap Israel Lakukan Genosida, Apa Maksudnya?

PBB Cap Israel Lakukan Genosida, Apa Maksudnya?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT