ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Turis Kanada Anjlok 3 Juta, Bisnis Perbatasan New York Terpukul Hebat

Sabtu, 4 April 2026 | 08:31 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Niagara Falls
Niagara Falls (AFP)

New York, Beritasatu.com –  Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kanada mulai berdampak nyata pada sektor ekonomi. Kota-kota di perbatasan New York-Ontario melaporkan penurunan pendapatan drastis akibat anjloknya jumlah wisatawan asal Kanada.

Salah satu yang terdampak adalah Aimee Loughran, pemilik toko roti di Lewiston, New York. Bisnisnya yang berjarak 20 menit dari Air Terjun Niagara kini mengalami penurunan pendapatan hingga 30 persen akibat hilangnya pelanggan setia dari negara tetangga.

"Bagi seorang ibu tunggal, situasi ini sangat sulit," ujar Loughran.

ADVERTISEMENT

Penurunan ini memaksanya untuk melakukan penghematan besar-besaran, baik dalam operasional bisnis maupun kehidupan sehari-hari.

Data dari kantor Gubernur New York, Kathy Hochul, menunjukkan penurunan kunjungan warga Kanada hingga 3 juta orang pada tahun 2025. Angka ini setara dengan penurunan 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara spesifik, jumlah kendaraan pribadi yang melintasi wilayah Buffalo dan Niagara Falls menurun lebih dari 717.000 unit. Kondisi ini diperburuk oleh penguatan dolar AS dan inflasi yang membuat belanja lintas negara tidak lagi menarik bagi warga Kanada.

Ketegangan politik disinyalir menjadi pemicu utama. Pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump, termasuk candaan mengenai Kanada sebagai "negara bagian ke-51", memicu reaksi negatif dari publik Kanada.

Jajak pendapat Globe and Mail mengungkapkan bahwa 51 persen warga Kanada membatalkan perjalanan ke AS sebagai bentuk protes. Mereka kini cenderung menutupi rencana kunjungan ke Amerika dari kerabat karena sentimen yang berkembang.

CEO Destination Niagara, John Percy, menyatakan pihaknya terpaksa menghentikan promosi di Kanada. Fokus dialihkan ke wisatawan domestik AS guna menyiasati anggaran yang semakin ketat akibat lesunya pasar internasional.

Wali Kota Niagara Falls, Robert Restaino, turut menyesalkan komentar sarkastik dari Washington. Menurutnya, retorika politik tersebut hanya memperburuk hubungan persaudaraan di wilayah perbatasan yang selama ini saling bergantung.

Sebagai solusi, otoritas setempat kini bertaruh pada pembangunan pusat acara senilai US$ 200 juta. Fasilitas berkapasitas 6.000 kursi ini diharapkan mampu menarik turnamen olahraga guna mengurangi ketergantungan pada turis belanja jangka pendek.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT